Konser Slank di Pidie

Yang Datang dengan Pesan Damai, Anti Hoax, dan Anti-Korupsi

·
Yang Datang dengan Pesan Damai, Anti Hoax, dan Anti-Korupsi
Slank saat mengunjungi MUQ Pidie. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Dua unit mobil Toyota Innova Reborn berhenti di depan pintu masuk Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie di Gampong Cot Teungoh, Pidie, Sabtu, 29 September 2018.

Beberapa saat kemudian, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim "Slank” turun dari Innova Reborn bewarna hitam. Menyusul turun dari mobil tersebut personil Slank lainnya: Kaka, Ridho, dan Ivan.

Bunda Iffet, 81 tahun, dan beberapa orang lainnya turun dari mobil Innova Reborn putih yang berhenti di belakang.

Di halaman madrasah, sejumlah santri berdiri dengan tertib. Hening. Santri pria berdiri di sudut kanan. Mereka mengenakan baju koko. Sementara santri perempuan, yang dalam balutan mukena, berdiri berjajar di depan.

Dalam derap langkah yang pelan, Bimbim berjalan paling depan. Ia, yang mengenakan kopiah beludru hitam, kemeja lengan pendek, dan celana jins biru, melemparkan senyum lalu menyalami sejumlah orang di sana. Hal yang sama juga dilakukan Kaka, Ridho, dan Ivan.

Bimbim lalu menghampiri seorang pria dalam setelan baju gamis putih, yang juga mengenakan kopiah beludru hitam. Mereka saling melempar senyum lalu berjabat tangan. Lagi, hening.

Sejumlah santri, atas arahan polisi, baik yang berpakaian dinas maupun berpakaian preman, melangkah agak ke depan.

Saat-saat itu, satu per satu personil Slank menyerahkan sembako dan santunan untuk para santri di sana. Baik Bimbim, Kaka, Ivan, maupun Ridho tampak sibuk mengangkut beras, sirup, dan sembako dalam bungkusan plastik kresek.

Ridho tidak pernah tidak tersenyum selama berada di pekarangan MUQ siang menjelang sore itu. Bimbim melemparkan pandangan ke setiap sudut di sana. Kaka terlihat sayu. Tatapan matanya sering kali kosong. Sementara mimik wajah Ivan kerap terlihat datar.

Slank menyerahkan bantuan sembako ke MUQ Pidie. (sinarpidie.co/Firdaus).

Yang lincah adalah Bunda Iffet. Tangannya tak pernah berhenti memegang lalu menyerahkan sesuatu. Ia melempar senyum ke mana-mana.

Beberapa saat kemudian, Slank berfoto bersama dengan para santri dan pengajar, bercakap dalam suasana yang hening, dan pamit pulang.

“Senang. Exciting. Udah lama banget. Kita kalau ke Aceh, selalu ke Banda Aceh,” kata Bimbim.

“Ini baru nyampek sih. Rencana mau lihat-lihat dulu,” kata dia lagi, saat disinggung mengenai kesannya selama berada di Pidie.

Bimbim, sambil berjalan, menjawab pertanyaan: apa sikap Slank di tengah maraknya isu hoax, berita mengandung fitnah, dan menyebar kebencian, dalam beberapa tahun belakangan.

“Kan ada lagu Slank yang tentang isu anti hoax itu,” jawab Bimbim sambil tersenyum.

Lagu yang dimaksud Bimbim adalah Palalopeyank, dari album dengan nama yang sama, yang dirilis pada 7 Februari 2017 lalu. Lagu tersebut menjadi hits single album ke-22 Slank tersebut.

Dikutip dari official website Slank, slank.com, “Lagu ini terinspirasi dan ingin Slank persembahkan kepada orang-orang yang hidupnya penuh tanda tanya sama urusan orang alias kepo, manusia-manusia alay yang lebay dan hidupnya kurang santai, juga kepada generasi penebar benci yang punya hobi beritakan hoax dan senang menghujat di sosial media”.

Ditanyai lagi, akankah Slank merilis lagu-lagu baru, yang mengkampanyekan pesan anti-korupsi, Bimbim menjawab serius, “Harus dong. Terus. Untuk lagu baru lagi, yang berkaitan dengan isu anti-korupsi, next. Belum.”

Slank kerap menyampaikan pesan anti-korupsi lewat lagu-lagunya, beberapa di antaranya, Seperti para Koruptor, Gosip Jalanan, dan Halal.

Slank bahkan ikut menolak revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Penolakan Slank ini dilakukan dengan menemui pimpinan KPK dan menggelar konser di depan Gedung KPK pada 2016 silam.

“Nanti malam mau bawa 16 lagu,” kata Bimbim sesaat sebelum masuk ke dalam mobil.

Kedatangan Slank ke Sigli, Pidie, merupakan kedatangan perdana, sekaligus konser perdana mereka di Pidie, yang semula direncanakan akan berlangsung pada Sabtu, 29 September 2018 malam. Namun, konser tersebut belakangan batal.

Lewat sebuah video, Slank mengumumkan alasan pembatalan konser, satu jam sebelum jadwal Slank naik ke atas panggung.

“Karena dalam keadaan berkabung atas peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Serta akan diadakannya zikir bersama di Sigli, maka dengan berat hati, Slank, terpaksa membatalkan konser hari ini di Sigli. See you next week di Lampung,” kata Bimbim, yang sesekali ditimpali ucapan Kaka melalui sebuah video.

Ucapan Slank tersebut terdengar normatif dan diplomatis di tengah isu penolakan konser mereka di Sigli.

Penolakan konser Slank bermula setelah MPU Pidie mengeluarkan hasil keputusan rapat dalam bentuk surat bernomor 451/314/2018 M. Surat tersebut juga ditembuskan ke Bupati Pidie Roni Ahmad seluruh anggota Forkopimda. 

Jajaran MPU Pidie bersama Ketua KNPI Pidie, yang sekaligus Caleg DPRA dari Partai Demokrat, Teuku Syawal (paling kanan). Sumber foto: beritakini.co.

Menanggapi surat MPU Kabupaten Pidie pada 17 September 2018, Bupati Pidie Roni Ahmad mengatakan dirinya telah mencermati dan menghormati pendapat MPU, maka untuk menjaga kedamaian dan kearifan masyarakat di kabupaten Pidie, sebaiknya konser tidak dilaksanakan di kabupaten Pidie.

Fuad Bawazir, 19 tahun, bersama sepuluh temannya, berangkat dari Banda Aceh ke Sigli pada Sabtu, 29 September, pukul 15.00 WIB. “Dalam hujan kami pergi,” kata dia. “Kalau dibilang kecewa ya kecewa. Tapi kami hormati ulama dan ikut berduka dengan musibah gempa. Terlebih, kami tidak boleh bikin rusuh, sebab Slankers itu damai.”

Dari Indramayu, Jawa Barat, Sigit dan Sofian menumpang truk barang sejak 8 September lalu untuk bisa sampai ke Pidie, hanya untuk menonton konser Slank.

“Ya, kecewalah,” kata Sigit.

Slankers yang ingin menonton konser Slank di Sigli, selain dari Aceh, datang dari Indramayu, Brebes, Semarang, Jawa Timur, dan Medan. Hal itu dikatakan Ketua Umum Atjeh Slankers Club, OK. Edo.

“Slank Fans Club (SFC), Slankers dari pusat, sesuai AD-ARTnya, itu manajemen Slank sendiri. Kemudian ada di provinsi, kabupaten kota, dan ranting kecamatan. Kalau di Jawa, ada sampai tingkat desa,” kata dia. "Walau bagaimanapun, pesan Slankers itu, pesan damai. Peace, love, unity, and respect." []

Komentar

Loading...