Warga Beutong Ateuh Kawal Kepergian PT EMM dari Lokasi Tambang

Warga Beutong Ateuh Kawal Kepergian PT EMM dari Lokasi Tambang
Humas PT EMM Dwiyanto menandatangani surat pernyataan keluar dari lokasi tambang. Foto Ist.

sinarpidie.co—Tgk Diwalaksana, 60 tahun, warga Gampong Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, mengatakan, dari kemarin, Kamis, 11 April 2019, seluruh masyarakat Gampong Blang Puuk telah berkumpul di jembatan penghubung Gampong Blang Puuk dan Gampong Blang Meurandeh, untuk menunggu dan memastikan para pekerja di PT EMM pergi dari kamp tempat penambangan emas.

“Anak muda semuanya sudah ke lokasi tempat tinggal orang PT EMM. Kami seluruh warga di Gampong Puuk keluar semua ke jembatan untuk memastikan apakah pihak PT EMM sudah meninggalkan lokasi,” katanya, Kamis, 11 April 2019 via telepon selular.

Kemudian lanjutnya lagi, sebelum pihak PT EMM benar-benar meninggalkan lokasi, warga tetap berkumpul di jembatan tersebut.

“Karena percuma kami hidup di tanah ini, bila harus melihat orang PT EMM mengambil tanah kuburan nenek kami, kan lebih baik mati saja di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Humas PT EMM Dwi Yanto sudah menandatangani dan membacakan surat pernyataan di depan warga yang berisikan, dalam waktu 24 jam mereka akan keluar dari gampong tersebut.

Kata Tgk Diwalaksana lagi, mereka bisa memenuhi ekonomi sehari-hari dengan memanfaatkan hasil alam tanpa harus merusak alam.

Gampong-gampong yang menjadi lokasi eksploitasi tambang emas PT EMM di Beutong Ateuh Banggalang yakni, Blang Meurandeh, Blang Puuk, Kuta Teungoh, Babah Suak.

“Perjuangan kami bukan sekedar untuk Beutong Ateuh saja, namun, juga perjuangan menjaga wilayah hutan lindung yang dilindungi negara. Kalau izin PT EMM tidak dicabut, maka kekayaan alam kita keluar dari Aceh. Kemudian, pencemaran air dari aliran sungai Beutong Ateuh sampai ke Aceh Barat akan terjadi,’ sebutnya.

Fatimah, warga Gampong Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, mengatakan, hingga hari ini, masyarakat masih berkumpul di lokasi yang sama untuk memastikan PT EMM benar-benar telah meninggalkan lokasi tersebut.

Kamis, 10 April 2019, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, di hadapan ribuan massa mahasiswa menandatangani surat pernyataan yang berisikan penolakan sekaligus komitmen Pemerintah Aceh untuk menggugat izin operasi produksi tambang emas PT EMM di Nagan Raya dan Aceh Tengah. []

Komentar

Loading...