Kawula Muda

Travelling ala Dian Eka Putri

·
Travelling ala Dian Eka Putri
Dian Eka Putri. Foto Ist.

sinarpidie.co--Dian Eka Putri baru saja menyelesaikan studi strata satunya di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, jurusan Perbankan Syariah. Perempuan yang akrab disapa Dian itu merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Marzuki Hasyim dan Ummiyah.

“Baru siap kuliah ni, masih sibuk-sibuk ngurus berkas di kampus,” kata Dian kepada sinarpidie.co, saat ditanya tentang kegiatannya saat ini, Kamis, 4 April 2019.

Di sela-sela kesibukannya mengurus administrasi kuliahnya yang telah rampung di kampus, Dian selalu menggunakan waktu luangnya untuk travelling dan berfoto-foto.

“Suka foto-foto di spot yang ada alamnya. Berasa seperti traveler, padahal sih enggak. Jalan-jalan cuma kalau ada waktu kosong aja, enggak dilistkan hari ini harus ke mana, besoknya ke mana,” ungkap perempuan kelahiran Aceh Besar 15 April 1996, itu.

Meskipun demikian, ia mengaku hanya mengunjungi tempat-tempat wisata yang terletak di seputaran Aceh Besar dan Banda Aceh.

“Perginya masih seputar Aceh besar, dan Banda Aceh, soalnya masih sibuk sama kampus,” kata Dian.

Menurutnya, semua tempat yang sudah ia kunjungi selalu memberi kesan yang berbeda-beda dan mempunyai nilai wisata yang menarik.

“Menurut Dian, semua tempat wisata bagus, ada hal-hal menarik dari setiap tempat,” ujar pemilik akun instagram @dianekaputriii, itu.

Namun, tempat wisata yang memberi kesan dan pengalaman berarti menurutnya adalah, tempat yang punya tantangan untuk dicapai.

“Tempat yang menarik itu, pas kita usaha kesannya, kadang memang ada tempat yang susah kita jangkau,” ungkapnya.

Dian Eka Putri. Foto Ist.

Ia pun menceritakan tempat yang baru-baru ini ia kunjungi: Mon Ceunong, yang terletak di kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

“Untuk sampai kesana butuh waktu dua jam, jalannya masih belum teraspal, masih jalan tanah dan berbatu gitu, terus kita harus masuk hutan, naik-naik gunung gitu, harus lewatin dua sungai juga,” kisahnya.

“Air terjunnya di samping jalan, harus turun ke bawah sedikit. Gak terlalu besar sih air terjunnya, tapi airnya hijau toska gitu, bagus, pokoknya Mon Cenong paling menarik,” ungkapnya.

Kendati demikian, dari pengalamannya berkunjung ke tepat-tempat wisata, ia menyayangkan masih kurangnya kesadaran para pengunjung terhadap kelestarian alam.

“Kayak di Brayeun, sampah-sampahnya dibuang kesungai, kalau kita setiap ketempat wisata, sampah-sampahnya kita bawa pulang,” ungkapnya. []

Komentar

Loading...