Tradisi Kenduri Jeurat di Gampong Cot Paloh

·
Tradisi Kenduri Jeurat di Gampong Cot Paloh
Kenduri Jeurat di Gampong Cot Paloh, Padang Tiji. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

sinarpidie.co--Perempuan muda dan paruh baya saling berbaur, menyiapkan nasi yang dibungkus dengan daun pisang dan beberapa lauk lainnya.

Sementara itu, lelaki, baik yang muda maupun yang tua, membersihkan rumput dan belukar yang ada di pekarangan makam. Ada juga sebagian yang tengah memasak kari kambing untuk disantap bersama-sama.

Di sudut lain, anak-anak bermain sambil menunggu hidangan siap.

Setiap warga membawa sejumlah bungkus nasi, sedangkan untuk daging kambing dimasak di lokasi kegiatan yang berdekatan dengan pemakaman umum.

Para tokoh agama dan tokoh adat duduk dengan posisi membentuk lingkaran. Mereka melantunkan doa-doa di dekat makam, di atas tikar pandan yang digelar seadanya.

"Hari ini ada kenduri jeurat," jelas Yamaldi, 31 tahun, kepada sinarpidie.co, Minggu, 5 Agustus 2018.

Kenduri ini bertujuan untuk mendoakan mereka yang telah tiada. Selain itu, kenduri yang rutin dilaksanakan menjelang Idul Adha di Gampong Jurong Gampong Cot Paloh, Kemukiman Paloh, Kecamatan Padang Tiji, ini, juga memiliki nilai sosial yang kuat.

Setiap tahun, masyarakat dengan berbagai lapisan usia dan latarbelakang sosial berkumpul di sebuah kebun wakaf, yang mereka namai Lampoh Perlak.

Kenduri ini dilaksanakan dengan sumbangan alakadar dari masyarakat setempat ataupun masyarakat gampong lain yang mempunyai makam keluarga di tempat tersebut.

Keuchik Gampong Jurong Cot Husaini kepada sinarpidie.co mengatakan, sebelum acara dilaksanakan, pihaknya terlebih dulu menggelar musyawarah untuk pelaksanaan kenduri tersebut.

Kata dia, tidak ada yang tahu pasti sejak kapan tradisi tersebut dimulai.

"Pokoknya dari nenek moyang kami, sudah ada," ujar Husaini.

Saat azan Dhuzur berkumandang, hidangan pun sudah siap. Acara pun selesai dengan menyantap hidangan secara bersama-sama di bawah rindangnya dedaunan pohon kakao.[]

Reporter: Wahyu Puasana dan Diky Zulkarnen.

Komentar

Loading...