Telan Anggaran Rp 2 M, Jembatan Gantung Krueng Meriam Tangse Diduga Dikerjakan Asal Jadi

·
Telan Anggaran Rp 2 M, Jembatan Gantung Krueng Meriam Tangse Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Oprit jembatan gantung Gampong Krueng Meriam I, Kecamatan Tangse, Pidie. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Rekonstruksi jembatan gantung di Gampong Krueng Meriam I, Kecamatan Tangse, Pidie, dikerjakan pada 2017 oleh CV. Lisa Leguna dengan nilai kontrak Rp 1.465.565.000.

Pada tahun 2018, rekonstruksi jembatan gantung Gampong Krueng Meriam (lanjutan) ditender dan dimenangkan CV. Grand Victory dengan nilai kontrak Rp 558.385.000.

Namun, meski menelan anggaran Rp 2 miliar, konstruksi bangunan tersebut tampak asal jadi. Abutment jembatan tampak retak sani-sini. Sisi kiri oprit jembatan telah roboh dan di dalamnya hanya terlihat timbunan tanah yang tidak padat. 

Rekonstruksi jembatan gantung di Gampong Krueng Meriam I tahap pertama, di Kecamatan Tangse, Pidie, dikerjakan pada 2017 oleh CV. Lisa Leguna dengan nilai kontrak Rp 1.465.565.000. Dok. Keuchik Gampong Krueng Meriam.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) BPBD Pidie, yang juga PPTK kegiatan tersebut, Fauzan, mengatakan, jembatan gantung di Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse, itu, telah habis masa pemeliharaannya.

“Kira-kira setelah tiga bulan selesai jembatan kemudian diterjang arus sungai dan mengakibatkan rusaknya oprit jembatan tersebut. Oprit jembatan tersebut saat ini sudah bolong akibat terkikis arus air sungai. Hanya ada timbunan tanah di dalam Oprit tanpa dicor dengan semen di dalamnya. Itu sesuai dengan kontrak. Soal kerusakan akibat diterjang arus sungai pasca-dibangun, sudah dilaporkan pada Bupati Pidie dan sudah keluar surat untuk dibangun kembali nanti oleh Dinas PU PR Pidie,” kata dia, Kamis, 2 Mei 2019.

Ditanyai sinarpidie.co mengapa landasan jembatan atau lantai plat jembatan tersebut lebih kecil dari beton pengikat kabel penyangga dan abutment, Fauzan menjawab, “Lebarnya memang 1, 80 meter dan panjangnya sekitar 50 meter. Dan itu sudah sesuai dengan kontrak,” kata Fauzan.

Landasan atau lantai plat jembatan lebih kecil dari pada kontruksi abutment. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Sementara, Keuchik Krueng Meuriam, kecamatan Tangse, Banta Saidi mengatakan, bukan Oprit saja yang sudah rusak melainkan juga beton pengikat kabel jembatan pun sudah roboh.

“Saat dibangun memang orang dinas tidak berkoordinasi dengan saya. Yang ada orang lapangan yang berkoordinasi dengan saya untuk menjaga eksavator. Hanya itu saja, selebihnya tidak,” kata Banta Saidi, Rabu, 1 Mei 2019. []

Reporter: Diky Zulkarnen dan Firdaus

Komentar

Loading...