Telan Anggaran Rp 2,3 M dan Terjerat Korupsi, Peruntukkan Tanah Lapangan Bola di Pante Garot masih belum Jelas  

·
Telan Anggaran Rp 2,3 M dan Terjerat Korupsi, Peruntukkan Tanah Lapangan Bola di Pante Garot masih belum Jelas  
Lokasi tanah untuk lapangan sepakbola dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie. (sinarpidie.co/Firdaus).

Sport center tidak dibangun di tanah yang telah dibebaskan pada 2017 lalu di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie.

sinarpidie.co--Tanah untuk lapangan sepakbola dan trek atletik seluas 10.780 m2 di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie, yang pembebasan lahannya menelan anggaran Rp 2, 3 milliar pada 2017 lalu, hingga kini belum jelas peruntukkannya. Hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh terhadap  kerugian Negara untuk kasus korupsi pengadaan tanah tersebut ialah Rp 1,1 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie, M Ridha, mengatakan, pihaknya belum memperoleh informasi apapun terkait tanah di Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie.

“Jadi belum bisa direncanakan apapun di tanah tersebut, karena kami belum mendapatkan informasi tentang status tanah itu. Kalau sudah jelas status asetnya nanti baru bisa kita masuk,” kata M Ridha pada sinarpidie.co, Senin, 13 Mei 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pidie, Teuku Hendra, belum bisa dikonfirmasi setelah beberapa kali dihubungi sinarpidie.co.

Sebelumnya, rencana Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), dengan satuan kerja Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, membangun sport center di Pidie senilai Rp 2, 63 miliar menggunakan APBN tahun anggaran 2018 kandas karena ketiadaan sertifikat lahan.

Kata M Ridha lagi, saat ini pihaknya sedang membuat kajian ilmiah untuk pembangunan sport center tahun ini, setelah pada tahun sebelumnya sport center di Pidie kandas dibangun Kemenpora. 

“Rencananya, lokasi untuk pembangunan sport center ada tiga lokasi, yakni, di samping panggung utama MTQ, di depan Kelapa Satu Gampong Blang Paseh, dan di Gampong Gajah Aye. Itu baru rencana lokasi, nanti ketiga lokasi ini dibuat kajian,” kata dia lagi.

Ditargetkan pada Juli mendatang kajian tersebut akan selesai. “Dan bisa dikerjakan proyek tersebut, saat ini kajian sedang berjalan, namun, sambil berjalan kajian, usulan juga sedang dipersiapkan. Sumber dananya Otsus atau DOKA 2019,” sebutnya.

Ditanyai mengapa sport center tidak dibangun di tanah yang telah dibebaskan pada 2017 lalu di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie, M Ridha menjawab, “Berdasarkan yang kita lihat, semua sport center yang dibangun jauh dengan kota, banyak yang mangkrak. Kemudian, didukung lagi dengan kajian awal yang tidak mendalam dan rencananya tidak matang. Ini bukan soal hemat anggaran saja, tapi soal penetapan lokasi yang didukung dengan kajian yang mendalam dan matang serta mudah dijangkau warga agar tidak sia-sia dan mangkrak.” []

Komentar

Loading...