Tanah Urug untuk Kontruksi Jalan Inpeksi Bendungan Rukoh Diduga Ilegal

·
Tanah Urug untuk Kontruksi Jalan Inpeksi Bendungan Rukoh Diduga Ilegal
Eksploitasi tanah urug di Gampong U Gadeng, Kecamatan Keumala, untuk pembangunan jalan inpeksi Bendungan Rukoh, Pidie, diduga ilegal, karena lokasi tersebut bukanlah lokasi yang masuk ke dalam wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) operasi produksi mineral bukan logam jenis tanah urug. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Bahan baku tanah urug untuk pembangunan jalan inpeksi Bendungan Rukoh sepanjang 4,5 km dengan lebar 6 meter yang diambil pada sejumlah titik perbukitan di Gampong U Gadeng, Kecamatan Keumala, Pidie diduga ilegal, karena lokasi tersebut bukanlah lokasi yang masuk ke dalam wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) operasi produksi mineral bukan logam jenis tanah urug.

Informasi yang dihimpun sinarpidie.co di lapangan, sejumlah bukit di gampong tersebut telah dikeruk menggunakan alat berat sejak dua bulan yang lalu.

Proyek konstruksi jalan dengan nilai kontrak sekitar Rp 16 miliar tersebut merupakan salah satu bagian konstruksi dari Pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie Paket I (Multiyears Contract) yang dimenangkan PT. Nindya Karya (Persero) Wilayah I dengan nilai kontrak Rp 377.258.611.000.

Mengerjakan kontruksi jalan tersebut, PT. Nindya Karya (Persero) Wilayah I melakukan Joint Operation (JO) atau Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT. Pelita Nusa Perkasa, sebuah perusahaan lokal di Aceh milik Lukman CM.

 “Timbunan dari hasil galian. Jadi bukan timbunan dari tempat lain. Itu bukan yang didatangkan,” kata Erman, Kepala Proyek Pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie Paket I (MYC) pada sinarpidie.co, Selasa, 25 Juni 2019. “Nah, galian tersebut merupakan bagian dari konstruksi yang telah direncanakan sebelumnya. Saat ini masih ditimbun saja. Kemudian kita lakukan pengerasan saja dulu. Karena jalan tersebut akan digunakan saat kita bekerja, untuk distribusi material. Jadi tidak bisa kita selesaikan dulu sekarang agar aspalnya tidak rusak. Targetnyanya 2022 sudah pengaspalan.”

Selain itu, amatan sinarpidie.co, pembangunan jalan menuju ke intake bendungan juga menggunakan material tanah urug di lokasi tersebut. 

Terdapat dua paket pekerjaan pada bendungan tersebut, yakni Pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie Paket I (MYC) yang dimenangkan PT. Nindya Karya (Persero) Wilayah I dengan nilai kontrak Rp 377.258.611.000 dan Pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie Paket II (MYC) yang dimenangkan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp  1.129.147.661.000.

Pembebasan lahan

Kebutuhan pengadaan tanah pembangunan Bendungan Rukoh seluas 858 hektare. Tahun ini ditargetkan dilakukan pembebasan lahan seluas 787,12 hektare dan yang sudah dilakukan pembebasan sejak tahun 2015 seluas 71,73 hektare.

Bendungan Rukoh Pidie ini ditargetkan akan beroperasi pada 2023. Bendungan ini diproyeksikan dapat mengairi sawah seluas 18.280 hektare. []

Komentar

Loading...