Lingkungan

Tak Miliki IPAL Limbah Padat, Bangkai di RPH Beuruenuen Ditengarai Bermuara ke Sungai

·
Tak Miliki IPAL Limbah Padat, Bangkai di RPH Beuruenuen Ditengarai Bermuara ke Sungai
RPH, Pasar Hewan, dan Puskeswan di Beureunuen, Pidie. (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).

sinarpidie.co--Aktivitas di Rumah Potong Hewan (RPH) di Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, yang juga berada di dalam satu kompleks dengan Puskeswan dan pasar hewan, ditengarai mencemari lingkungan sungai sekitar.

Hal itu disebutkan Ketua Komisi B DPRK Pidie Anwar SPdI MAP dalam sidang pembahasan R-APBK Pidie 2019, Selasa, 17 Desember 2018 malam lalu.

“Limbah cair dibuang ke sungai. Hal itu berdampak tidak hanya pada pencemaran air tapi juga membawa bau busuk hingga kepemukiman padat penduduk di sepanjang aliran sungai yang dilintasi limbah tersebut,” kata Ketua Komisi B DPRK Pidie Anwar Husen MAP.

Tatkala pihaknya melakukan pemeriksaan, kata dia lagi, diketahui pula, satu-satunya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berupa septic tank yang seharusnya digunakan sebagai tempat penampungan darah hewan justru digunakan untuk penampungan limbah padat.

“Saat teguran disampaikan pada petugas di sana, ternyata petugas justru kembali membuang bangkai tersebut ke sungai,” kata dia.

Ishak Ibrahim, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, dalam rapat tersebut mengatakan, pihaknya akan membangun IPAL limbah padat pada tahun anggaran 2019 mendatang.

RPH, Pasar Hewan, dan Puskeswan di Beureunuen, Pidie. (sinarpidie.co/Mutamimul Ula).

“Ke depan kami akan buat tempat pembuangan limbah padat di situ. Ditanam ke bawah kemudian dialirkan melalui pipa hingga ke sungai,” kata dia dalam rapat tersebut.

Dikonfirmasi sekali lagi via telepon selular, Jumat, 21 Desember 2018, untuk memastikan selama ini IPAL di RPH tersebut diterangai bermuara ke sungai, —bahkan pihaknya hendak membangun IPAL limbah padat yang juga akan bermuara ke sungai—Ishak mengubah pernyataannya tersebut.

Ishak Ibrahim, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

“Septic tank untuk limbah cair tidak digunakan untuk menyimpan bangkai. Kalau usus iya. Tapi sudah kita bersihkan tempo hari. Sudah bersih. Tahun depan, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian, kita programkan pembangunan septic tank untuk limbah padat. Agar tidak dibuang ke sungai,” kata dia via telepon selular, Jumat, 21 Desember 2018.

IPAL limbah padat tersebut, kata dia, nantinya tidak dialirkan ke sungai tapi akan dibiarkan membusuk lalu disedot.

Apa yang dikatakan Ishak dibantah Ketua Komisi B DPRK Pidie Anwar Husen MAP. “Tidak ada kegiatan pembangunan IPAL yang akan tertuang dalam DPA Dinas Pertanian dan Pangan Pidie 2019. Artinya, mereka memang tidak memikirkan persoalan limbah tersebut. Mereka hanya tarik PAD saja,” kata dia via telepon selular, Jumat, 21 Desember 2018.

Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. []

Reporter: Diky Zulkarnen dan Firdaus

Komentar

Loading...