Tahun Ini, Geumpang jadi Pilot Projek Wilayah Pengembangan Terpadu dan Berkelanjutan

·
Tahun Ini, Geumpang jadi Pilot Projek Wilayah Pengembangan Terpadu dan Berkelanjutan
Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud memberikan bantuan secara simbolis pada penerima manfaat di Geumpang. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Bupati Pidie Roni Ahmad bersama Wakil Bupati Pidie Fadhullah TM Daud dan sejumlah kepala SKPK mengunjungi beberapa lokasi pelaksanaan kegiatan tahun 2018 di Kecamatan Geumpang untuk meresmikan pelaksanaan kegiatan pengembangan wilayah secara terpadu dan berkelanjutan di Kecamatan Geumpang.

Acara tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 1 Geumpang, Kamis, 2 Agustus 2018.

Ketua Panitia Pelaksana Program Prioritas Pengembangan Kawasan Terpadu, yang juga kepala Bappeda Pidie, Muhammad Adam ST MM, mengatakan, kegiatan ini adalah launching program prioritas Bupati Pidie dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tentang pengembangan wilayah terpadu dan berkelanjutan di Kecamatan Geumpang pada tahun ini.

“Selanjutnya adalah di Padang Tiji pada 2019, lalu dilanjutkan di Tangse 2020. Setelah itu di Mila pada 2021 dan di Geulumpang Tiga pada tahun 2022,” kata Muhammad Adam.

Pantauan sinarpidie.co di lokasi, ada berbagai kegiatan yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Pidie, yaitu pemberian tongkat untuk para difabel secara simbolis, pemberian sajadah untuk masjid, pemberian tong sampah, pemberian kawat bronjong untuk kelompok tani, juga termasuk program penyerahan bibit kopi.

Selain itu, untuk beberapa item kegiatan fisik juga dilakukan penandatanganan langsung dengan rekanan.

Pada kesempatan itu rombongan Pemerintah Pidie juga mengunjungi lokasi rumah produksi kopi di Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang. Juga pelepasan bibit ikan Nila di sungai Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang.

Untuk program tahun ini di Kecamatan Geumpang dilaksanakan oleh 16 SKPK dengan jumlah 63 kegiatan dan total anggaran Rp. 52.226.263.302.

Rinciannya: delapan Infrastruktur jalan, tiga infrastruktur jembatan, enam infrastruktur sungai dan irigasi, tujuh infrastruktur perumahan, tujuh lingkungan dan Fasilitas Umum. Selain itu, ada sembilan kegiatan bidang pertanian, perikanan dan perkebunan,  sembilan kegiatan pendidikan, 13 kegiatan kesehatan, 2 kegiatan keagamaan, empat ekonomi, dua kegiatan sosial.

"Kepada masyarakat kecamatan Geumpang agar melakukan pengawasan, supaya program ini bermutu dan bisa dimanfaatkan masyarakat secara sempurna," ujar Roni Ahmad atau yang biasa akrab disapa Abusyik. []

Komentar

Loading...