Iklan Pemkab Pidie

Tahanan Narkoba Rutan Kelas II B Sigli yang Kabur dan Rekam Jejak Mathrios Zulhidayat Hutasoit

·
Tahanan Narkoba Rutan Kelas II B Sigli yang Kabur dan Rekam Jejak Mathrios Zulhidayat Hutasoit
Suasana di dalam Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Sigli, Senin, 6 Juni 2019.

sinarpidie.co--Di sebuah tenda berukuran 3 x 5 meter, tepat di sebelah kanan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Sigli, sejumlah anggota TNI tengah duduk melepas penat, Senin, 10 Juni 2019. Satu-dua sipir  rutan memeriksa barang bawaan pegunjung di depan pintu masuk. Pada setiap pengunjung yang masuk, sipir-sipir tersebut membubuhkan cap pada langan mereka.

Di dalam rutan, para narapidana (Napi) dan tahanan menerima kunjungan tamu-tamu mereka.

Sejumlah aparat kepolisian juga datang silih berganti bertemu Kepala Rutan kelas II B Sigli, Mathrios Zulhidayat Hutasoit.

Mathrios Zulhidayat Hutasoit, yang ditemui di rutan tersebut, irit bicara pada wartawan.

“Soal hal lain, agar lebih detailnya, nanti dikonfirmasi langsung saja dengan kadiv PAS ya, sudah saya laporkan semua ke sana. Saya sedang konsentrasi ini membenah keadaan, jadi saya stand by di sini agar para pekerja tidak keluar, mereka segan kalau lihat saya di sini,” kilahnya.

Kaburnya tahanan narkoba dari Rutan Kelas II B Sigli bukanlah pengalaman yang pertama bagi Mathrios Zulhidayat Hutasoit. Jejak lolosnya tahanan narkoba di bawah kendalinya sebagai kepala rutan setidaknya masih bisa ditelusuri di Cabang Rutan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Seorang tahanan dalam kasus narkoba dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, Rusli Ginting, berhasil kabur dari rutan yang ia kepalai pada 7 Maret 2017.

Selama ia menjadi Kepala Cabang Rutan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 2017 lalu, praktik bisnis narkoba jenis sabu dari balik terali besi di rutan tersebut juga terjadi.

Kerugian akibat terbakarnya Rutan Kelas II B Sigli

Pengamanan Rutan Kelas II B Sigli diperketat setelah kerusuhan Senin, 3 Juni 2019 lalu, yang mengakibatkan terbakarnya halaman depan parkir, pos jaga utama, gedung utama kantor, ruang kerja Kepala Pengamanan Rutan (KPR) dan kantin. Akibat kerusuhan tersebut 6 tahanan (3 berhasil ditangkap) juga kabur.

Jalan di depan rutan ditutup untuk sementara. Pengguna jalan yang melewati jalan tersebut mesti memilih jalan memutar lewat asrama tentara (Asrama Benteng).

“Akibat kebakaran itu diperkirakan kerugian sekitar Rp 2 miliar,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, saat dihubungi sinarpidie.co melalui telepon selular, Senin, 10 Juni 2019. “Kita segera menangani renovasi secara darurat dulu. Renovasi besarnya nanti pada anggaran tahun 2020. Kemudian, ada delapan pintu ruang kamar tahanan yang rusak saat karena didobrak yang rusak kunci pintu kamarnya saja. Kunci-kunci tersebut sudah diperbaiki,”

Luas tanah Rutan kelas II B Sigli  6.831 meter persegi dan luas bangunannya 833 meter persegi. Terdapat 45 pegawai di rutan tersebut, yang terdiri dari 4 pejabat struktural, 34 satuan pengamanan, 4 pembina PAS, 2 pegawai dukungan teknis (keuangan dan umum), dan 1 petugas kesehatan.

Rutan tersebut dihuni 466 orang, yang terdiri dari 143 tahanan dan 323 narapidana. Sementara, kapasitas rutan tersebut hanyalah 120 orang. Dengan kata lain, terjadi over kapasitas 288 persen.

Baca juga:

Terdapat 18 sel di rutan tersebut. Umumnya, luas sel sekitar 6 x 8 meter dan 4 x 6 meter. Satu sel dihuni oleh 15 hingga 30 tahanan dan Napi.

“Ke depan kita akan perbanyak program pembinaan reintegrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan pemberian remisi untuk mempercepat para Napi bebas. Pada Hari Raya Idul Fitri kemarin 140 Napi Rutan Kelas II B Sigli yang mencukupi syarat mendapat remisi atau pemotongan masa tahanan selama 2 bulan dan 15 hari. Mayoritas Napi narkoba yang mendapat remisi sekitar 65 persen. Dan ada juga napi tindak pidana umum lainnya yang mendapat remisi seperti, kasus pencurian, pembunuhan dan asusila.  Ada bebas satu orang, namun karena belum menjalani subsider jadi belum bisa dibebaskan,” kata Meurah Budiman, menjelaskan. []

Komentar

Loading...