Sudah Pertengahan April, DAK Fisik Pertanian Tahap I belum Cair Sepeser pun

·
Sudah Pertengahan April, DAK Fisik Pertanian Tahap I belum Cair Sepeser pun
Pembangunan Dam Parit di Gampong Blang Jeurat Tangse senilai Rp 190 juta pada tahun anggaran 2018, yang tak memiliki bendung/pelimpas, pengendali/pintu air, pintu penguras, dan kolam olak. Dan lokasi dam parit tidak memiliki debit air minimal 5 liter/detik. Foto direkam pada Oktober 2018. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co—Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian tahun anggaran 2019, Dinas Pertanian Pidie direncanakan akan bangun lima pembangunan irigasi air tanah dalam: Gampong Nien Kecamatan Simpang Tiga (Rp 180 juta), di Gampong Cot Gunduek Kecamatan Pidie (Rp 180 juta), Gampong Meuke Beurabo, Kecamatan Padang Tiji (Rp 95 juta); Gampong Seulingging Beurabo, Kecamatan Padang Tiji (Rp 95 juta); Gampong Tuha Gogo Kecamatan Padang Tiji (Rp 95 juta).

Selain irigasi air tanah dalam, tiga irigasi perpipaan atau perpompaan juga akan dibangun: Gampong Neurok, Kecamatan Glumpang Tiga (Rp 100 juta); Gampong Mayang, Kecamatan Glumpang Baro (Rp 100 juta), dan Gampong Rinti, Kecamatan Mutiara Timur (Rp 100 juta).

Lalu, pembangunan embung di Gampong Blang Geuleudieng, Kecamatan Padang Tiji senilai Rp 300 juta dan pembangunan sumur bor di Gampong Siron Paloh, Kecamatan Padang Tiji Rp 180 juta.

Untuk dam parit, perbaikan dam parit di Gampong Cot Mulu, Kecamatan Peukan Baro senilai Rp 120 juta dan pembangunan dam parit Gampong Meunje, Kecamatan Glumpang Tiga Rp 150 juta.

Selanjutnya, Pembangunan jalan usaha tani atau jalan produksi Batee Lhee Uteun Peutee Desa Amud Mesjid Kecamatan Glumpang Tiga Rp 205 juta.

Kemudian, pembangunan lumbung pangan masyarakat dan rumah RMU di Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur dianggarkan senilai Rp 250 juta.

Berdasarkan Permentan Nomor 52/RC.240/12/2018 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan DAK Bidang Pertanian 2019, items-items kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dibiayai DAK Fisik Bidang Pertanian kabupaten atau kota yang metode pengerjaannya melalui swakelola padat karya yang dikerjakan kelompok atau gabungan kelompok tani.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana pada Dinas Pertanian Pidie Zulfikar Ismail mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru mengusulkan SK Kelompok Tani dan Gapoktan ke Bupati Pidie dan Kelompok Tani atau Gapoktan belum juga membuka buku rekening .

“Belum cair anggarannya. Tunggu keluar SK Bupati Pidie. Sampai hari ini belum ada kabar apa-apa. Jumlah fasilitator pendamping sekitar lima orang,” kata dia pada sinarpidie.co, Rabu, 10 April 2019.

Permentan Nomor 52/RC.240/12/2018 tentang Petunjuk Operasional Pengelolaan DAK Bidang Pertanian 2019, mengatur mekanisme pencairan dana DAK Fisik Bidang Pertanian: tahap I 25 persen dari pagu fisik setelah selesainya rencana kegiatan dan kontrak; tahap II, 45 persen dengan serapan anggaran tahap pertama minimal 75 persen; pencairan tahap III 30 persen dengan realisasi fisik kegiatan (bangunan) minimal telah mencapai 70 persen.[]

Komentar

Loading...