Banner Stunting

Editorial

Stunting bukan Sekedar Angka melainkan Tragedi

Stunting bukan Sekedar Angka melainkan Tragedi
Kolase. Dok. sinarpidie.co

Angka stunting tidak bisa diturunkan lewat perayaan upacara-upacara yang gegap gempita dengan disertai pelepasan balon gas ke udara lalu dilanjutkan dengan senam dalam setelan kaos seragam plus sepatu sport dan topi, yang kemudian juga disisipi dengan pidato-pidato yang berbuih.

Tentu, orang yang sedang kelaparan akan sangat tersiksa jika diminta untuk mendengar pidato alih-alih diberi makanan, sebagaimana ibu-ibu hamil yang mengalami kurang gizi kronis juga semestinya terlebih dahulu mengonsumsi tablet tambah darah dan makanan tambahan alih-alih mereka dapat membaca dengan seksama Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang dicetak Kemenkes RI dan dibagikan di tiap-tiap Posyandu.

Tak perlu muluk-muluk, pertanian, perkebunan dan perikanan, yang menjadi lapangan usaha atau pekerjaan tempat sekitar 38, 87 persen penduduk Aceh bekerja, mesti dibenahi secara serius dari hulu ke hilir: kepemilikan lahan, alat produksi, dan pasar. Angka kemiskinan tinggi di pedesaan dan lapangan pekerjaan tersebut umumnya ada di desa-desa.

Baca juga:

Ini tantangan yang berat walau bukan tak mungkin: mengarahkan cetak sawah baru, pembukaan kebun, pemanfaatan hasil hutan sosial, pembukaan tambak, kapal dan jaring yang memenuhi prinsip-prinsip keadilan sosial dan ekonomi.

Tentu semua hal itu dilakukan dengan memerhatikan peta kawasan hutan agar tak membuka lahan di sembarang hutan dan memerhatikan tata ruang yang berbasis ekologis agar padi, misalnya, tidak ditanam di sawah yang dicetak di tempat gajah beranak-pinak. Kemudian juga mesti memerhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Terdengar sederhana, tapi pada dataran implementasi hal itu sangat sulit direalisasikan karena akan berbenturan dengan ragam kepentingan toke-toke dalam tanda kutip.

Konflik kepentingan memang tak bisa dielak, tapi negara wajib berpihak pada kepentingan masyarakat alih-alih berkomplot dengan toke-toke yang berasal dari pelbagai latarbelakang. Selain itu, regulasi juga dibutuhkan untuk memayungi itu semua.

Setelah urusan ini aman, termasuk urusan kepastian pasar, pemerintah wajib memenuhi ketersediaan air bersih atau segala hal yang disebut-sebut dengan istilah sanitasi. PDAM, sebagai perusahaan daerah, wajib berupaya menjangkau pelanggan tidak hanya di pusat kota. Tempat pembuangan sementara (TPS) dan TPA wajib bergerak secara sehat, bukan angin-anginan.

Nah, fasilitas dan tenaga pelayanan kesehatan tentu sangat vital. Petugas kesehatan, fasilitas kesehatan, dan segala macam yang ikut menyertai mereka seyogyanya juga ikut bergerak sebagaimana peran, tugas, dan fungsinya. Tidak pasif tapi mau sedikit “menjemput bola”.

Jangan lihat angka stunting, juga angka kematian ibu dan anak sebagai angka statistik semata, tapi lihatlah juga hal itu sebagai tragedi. []

Komentar

Loading...