Laporan mendalam

Simsalabim Pengerjaan Proyek DAK Fisik Pendidikan di Tengah 25 Persen Realisasi Keuangan

Simsalabim Pengerjaan Proyek DAK Fisik Pendidikan di Tengah 25 Persen Realisasi Keuangan
Ruang kelas SDN Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, yang sedang direhab dengan menggunakan dana DAK Fisik Pendidikan 2018. (sinarpidie.co/Firdaus).

Penyaluran DAK tahap I sebesar 25 persen dari pagu alokasi, disalurkan paling cepat Februari, paling lambat Juli. Tahap II sebesar 45 persen dari pagu alokasi, disalurkan paling cepat April, paling lambat Oktober. Tahap III disalurkan paling cepat September dan paling lambat Desember. Di Pidie, realisasi keuangan DAK Fisik Pendidikan baru 25 persen (tahap I) meski telah memasuki limit waktu penyaluran tahap II. Walau realisasi keuangan baru 25 persen, namun realisasi fisik di lapangan sudah mencapai 70- 100 persen. 

sinarpidie.co—Seorang pria yang mengenakan kaos berkerah sedang mengecat daun pintu, sedangkan seorang pria lainnya mengaduk pasir dan semen, Senin, 15 Oktober 2018 pagi, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya, Pidie.

Kepala Sekolah SDN 1 Lhok Kaju Nana Rosita SPd sedang duduk di dalam ruangannya saat dihampiri sinarpidie.co.

“Pengerjaannya sudah 90 persen. Tinggal sisip-sisip beberapa bagian lagi saja,” kata dia, saat ditanyai progres pekerjaan rehabilitasi enam ruang kelas rusak berat SDN 1 Lhok Kaju.

Tak ada tanda-tanda ruangan yang direhabilitasi berat, kecuali mengganti plafon triplek, mengganti beberapa kaca jendela, pengecatan, dan plaster beberapa bagian dinding sekolah.

Ruang kelas yang diklaim telah direhabilitasi oleh pihak sekolah SDN 1 Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya. (sinarpidie.co/Firdaus).

“Kemarin sudah dibongkar. Bapak kan tidak datang saat dibongkar,” kata Nana lagi.

Kegiatan rehab sedang/berat pada SD tersebut dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan tahun anggaran 2018. Nilainya: Rp 504.170.274.

Tak ada papan informasi proyek di sana.

“Sudah dirusak anak-anak,” kata Nana Rosita.

Di tempat berbeda, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Sigli, seorang pekerja bangunan juga tampak sibuk meratakan tanah di dalam ruangan kelas, Jumat, 12 Oktober 2018. Seorang lainnya sedang memasang keramik pada anak tangga menuju ke lantai dua. 

Kepala Sekolah SMPN 4 Sigli, Adnan, mengatakan, saat ini pihaknya sedang bergegas merehabilitasi ruang kelas yang dibiayai DAK 2018. Pengerjaan rehab itu, kata dia lagi, dilaksanakan oleh pihak sekolah atau oleh komite sekolah secara swakelola.

“Ada berbagai item yang direhab pada sekolah ini seperti plafon, penimbunan dalam ruang, pengecatan. Kaca pecah juga diganti, pembuatan keramik lantai tangga dan perabotan sekolah,” kata dia.

Jumlah anggaran untuk kegiatan rehabilitasi lima ruang belajar rusak berat beserta perabotnya, itu, sebesar Rp 529.967.310.

“Yang direhab tujuh ruang karena ada lebih uang. Selain rehab ruang, juga akan ada pengadaan perabotan sekolah seperti bangku siswa, meja siswa dan lemari," kata Adnan.

Seorang pekerja sedang memasang keramik pada anak tangga di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Sigli. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Saat ditanyai di mana papan informasi proyek, Adnan menunjukkan lokasi papan informasi yang telah tertutup dengan tumpukan kursi.

“Kami merehab sekolah kami dengan baik sesuai dengan RAB. Beberapa hari yang lalu pihak dinas pendidikan juga sudah pergi ke sini. Orang keuangan juga sudah turun. Maaf, saya ada kesibukan lain yang harus dikerjakan,” kata dia, mengakhiri wawancara.

Puluhan sepeda terparkir di sisi kiri pagar  SDN Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Sekolah ini merupakan salah satu sekolah penerima DAK Fisik bidang Pendidikan 2018: rehabilitasi lima ruang kelas rusak berat dengan dana sebesar Rp 420.141.895.

“Pengerjaannya sudah 70 persen. Tinggal atap saja,” kata Kepala Sekolah SDN Gigieng Nurdin SPd, Senin, 15 Oktober 2018. “Jumlah ruang yang kami rehab enam. Sudah saya tanyakan ke dinas, boleh. Lebih bagus malah,” kata dia.

Pekerjaan ini dimulai sekitar Juli 2018.

“Anggaran susah. Baru keluar tahap pertama 25 persen. Tahap II dan tahap III belum keluar dananya,” kata dia.

Meski anggaran baru terealisasikan 25 persen, namun progres fisik sudah mencapai 70 persen. “Pakai uang sendiri dulu,” kata dia. “Kita usahakan tempat lain, kalau cair nanti kita tutup.”

Kepala Sekolah SDN Gigieng Nurdin SPd. (sinarpidie.co/Firdaus).

Sudah berbulan-bulan, aktivitas belajar-mengajar siswa sekolah tersebut dilakukan di dalam ruang yang paralel alias digabung.

“Satu ruang untuk sementara diajarkan oleh dua guru, sebab, ada dua kelas di dalamnya,” katanya.

Beberapa sekolah, selain sekolah-sekolah yang di sebutkan di atas, yang memperoleh dana DAK untuk rehabilitasi ruang belajar, adalah SDN 1 Lhok Keutapang, Tangse, SDN Pasi Lhok, Kembang Tanjong,  SDN 1 Kalee, Muara Tiga; SDN Tong Peudeng, Keumala; dan SDN Geumpang. 

Selain rehabilitasi ruang kelas rusak berat, terdapat pula rehabilitasi jamban. Sedikitnya, terdapat 56 sekolah di Pidie menerima gelontoran dana tersebut.

Kucuran Dana Alokasi Dana Alokasi (DAK) Fisik bidang pendidikan untuk Pidie pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp 6, 4 Milliar, yang terbagi, untuk SD Rp 3, 7 milliar dan SMP Rp 2, 6 milliar.

“Penarikan uang baru 25 persen. Penarikan tahap pertama. Saat ini, sedang proses pengurusan untuk pencairan/pengaprahan tahap kedua. Swakelola, mereka (sekolah) mau buat lebih bangunan, ya tidak masalah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pidie, yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan rehabilitasi jamban sekolah, Drs H Sulaiman, Senin, 15 Oktober 2018. “Kita pakai konsultan semua.”

Infografis sinarpidie.co.

Sementara itu,  Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Pidie, Ibnu Abbas SPd MA, yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rehab ruang kelas tersebut, mengatakan, kendala seretnya realisasi keuangan DAK pendidikan tahun ini disebabkan belum terisinya laporan realisasi fisik dan keuangan tahap pertama pada sistem Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) DAK Fisik 2018.

“Sudah di in put semua progress fisik tahap pertama. Sudah bisa diajukan pencairan dana tahap kedua,” kata Ibnu, Senin, 15 Oktober 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Pidie Idhami SSos mengatakan, Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Riswandi, yang menjadi Pengguna Anggaran (PA) kegiatan tersebut sedang melaksanakan ibadah umrah.

Baca juga:

“Dalam minggu ini beliau pulang, mungkin sudah selesai semua untuk 70 persen-lah,” kata dia via telepon selular, Senin, 15 Oktober 2018.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pengelolaan keuangan dan kekayaan Daerah Pidie Mustafa SE MSi mengatakan, selama hal-hal teknis tahap pertama sudah terpenuhi dan telah dilaporkan pada kementerian terkait, maka pencairan dana tahap kedua secara otomatis akan dilakukan. Begitu juga untuk tahap ketiga.

“Kita hanya di pencairan,” kata dia, Senin, 15 Oktober 2018.

Penyaluran DAK fisik tahun anggaran 2018 dilaksanakan dalam tiga tahap.

Tahap I sebesar 25 persen dari pagu alokasi, disalurkan paling cepat Februari, paling lambat Juli. Tahap II sebesar 45 persen dari pagu alokasi, disalurkan paling cepat April, paling lambat Oktober.

Tahap III sebesar selisih antara jumlah dana yang telah disalurkan sampai dengan tahap II dengan nilai rencana kebutuhan dana untuk penyelesaian kegiatan. Disalurkan paling cepat September dan paling lambat Desember. []

Reporter: Firdaus dan Diky Zulkarnen

Komentar

Loading...