Serahkan Pagu Indikatif Dana Desa 2019, Kadis DPMG Pidie: Pada 2018, 730 Gampong di Pidie telah Bangun 1.625 unit Rumah Sehat Sederhana

·
Serahkan Pagu Indikatif Dana Desa 2019, Kadis DPMG Pidie: Pada 2018, 730 Gampong di Pidie telah Bangun 1.625 unit Rumah Sehat Sederhana
Penyerahan secara simbolis pagu indikatif dana desa tahun 2019 kepada para keuchik di Pidie, yang berlangsung di Gedung Olahraga (Gor) Alun-alun Kota Sigli, Selasa 12 Febuari 2019. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pagu indikatif dana desa di Kabupaten Pidie tahun ini mencapai Rp 612.780.329.046, yang terdiri dari Dana Desa atau DD/DG Rp 525.951.016.000, Alokasi Dana Desa (ADD/ADG) Rp 84.383.814.576, pajak daerah Rp 1.818.405.930, dan retribusi daerah Rp 628.092.540.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Jufrizal SSos MSi, dalam penyerahan secara simbolis pagu indikatif dana desa tahun 2019 kepada para keuchik di Pidie, yang berlangsung di Gedung Olahraga (Gor) Alun-alun Kota Sigli, Selasa 12 Febuari 2019, mengungkapkan, rata-rata per gampong mendapat alokasi sekitar Rp 839 juta.

“Pagu tertinggi diperoleh Gampong Mane, Kecamatan Mane, yaitu Rp 2.203.074.482, sedangkan pagu terendah diperoleh gampong Bayu Teubeng, Kecamatan Pidie Rp 796.500.787.” kata dia. “Pelaksanaan kegiatan dana gampong sejak tahun 2015 sampai tahun 2018 telah mampu merubah gampong melalui pembangunan sarana dan prasarana dan pembangunan sumber daya manusia melalui pemberdayaan.”

Bangun 1.625 unit rumah sehat sederhana

Jufrizal melanjutkan, pada tahun 2018, 730 gampong di Pidie telah mampu membangun rumah sehat sederhana untuk fakir miskin sejumlah 1.625 unit, jalan gampong sepanjang 98,94 Km, MCK 358 unit, drainase sepanjang 74,816 meter, saluran irigasi sepanjang 1.398 meter, bak penampung air 43 unit, lampu jalan 496 unit, sanitasi lingkungan 862 unit, posyandu 46 unit, polindes 21 unit, jembatan gampong 229 unit, balai tani 45 unit, sarana dan prasarana olahraga sebanyak 526 unit dan alat bantu untuk disabilitas seperti kursi roda 4 unit.

“Kemudian, Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) juga telah membangun kios gampong sebanyak 249 unit dan tambatan perahu tiga unit,” lanjutnya.

Bupati Pidie Roni Ahmad dalam sambutannya menghimbau para Keuchik agar mengalokasikan dana gampong untuk pelestarian lingkungan gampong dengan terprogram dan terarah.

“Dan untuk ini, saya minta para camat agar mengevaluasi APBG untuk memastikan bahwa setiap gampong mengalokasikan dana untuk pelestarian lingkungan hidup dan termasuk pengelolaan sampah dan pembersihan drainase,”katanya.

Ia menambahkan, setiap gampong minimal mengalokasikan anggaran untuk menanam pohon yang khas atau pohon yang berbuah dan tanaman besar.

“Insya Allah beberapa tahun ke depan, kita menikmati hasilnya bersama-sama,” tambahnya.

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyebutkan, Dana Desa (DD) adalah dana yang bersumber dari APBN untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Selain DD, sumber pendanaan pemerintah desa adalah Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang bersumber dari APBD.

Sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014, ADD yang dianggarkan pada APBD paling sedikit 10% dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah setelah dikurangi dana alokasi khusus. []

Komentar

Loading...