Selama Tahapan Pemilu 2019, Gakkumdu Pidie Tangani Dua Kasus Tindak Pidana Pemilu

·
Selama Tahapan Pemilu 2019, Gakkumdu Pidie Tangani Dua Kasus Tindak Pidana Pemilu
Ilustrasi Gakkumdu.

sinarpidie.co-- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pidie yang terdiri dari unsur Panwaslih, kepolisian, dan Kejaksaan Negeri Pidie, hingga saat ini telah menangani sebanyak dua kasus tindak pidana Pemilu. Kedua kasus tersebut merupakan kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) di Kecamatan Peukan Baro dan Kecamatan Mutiara.

Koordinator Gakkumdu Pidie Muktar AL-Falah, yang juga salah seorang komisioner Panwaslih Jumat, 5 April 2019 mengatakan, kasus perusakan APK di Kecamatan Peukan Baro sudah dihentikan karena tidak cukup syarat materil pokok perkara, sedangkan kasus perusakan APK di Kecamatan Mutiara dan Kecamatan Mutiara baru selesai dilakukan investigasi di lapangan

“Yang masuk ke Gakkumdu hingga saat ini dua laporan,” katanya pada sinarpidie.co.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pemilu Kecamatan Mutiara, Syarifuddin membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait perusakan APK salah seorang Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari ketua tim pemenangan Caleg tersebut.

“Setelah menerima laporan, kita lakukan verifikasi ke lapangan dan benar adanya perusakan sekitar delapan APK seperti keterangan pelapor. Setelah itu, kita panggil terlapor, dan dia pun mengakui telah melakukan perusakan APK caleg tersebut. Lalu setelah dipelajari, semua syarat baik formil dan materil memenuhi, sehingga diteruskan ke Panwaslih Kabupaten Pidie,” ujarnya.

Kemudian, tambahnya lagi, terdapat banyak laporan pengaduan perusakan APK yang pihaknya terima. Namun, karena tidak memenuhi syarat formil dan materil, kasus-kasus tersebut tidak diteruskan ke Panwaslih Pidie. []

Komentar

Loading...