Sejak Berdiri, Akumulasi Kerugian PDAM Tirta Mon Krueng Baro di atas Rp 30 M

·
Sejak Berdiri, Akumulasi Kerugian PDAM Tirta Mon Krueng Baro di atas Rp 30 M
Loket PDAM Tirta Mon Kreung Baro Pidie. Dok. sinarpidie.co.

sinarpidie.co— Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Krueng Baro Pidie mengalami kerugian setiap tahun. Laba ditahan karena akumulasi kerugian sejak perusahaan tersebut berdiri pada 1972 kini telah menembus angka di atas Rp 30 miliar.

Perusahaan ini pada 2013 mengalami kerugian sebesar Rp 2.244.258.093, 2014 Rp 3.593.096.695, 2015 Rp 2.609.796.161, 2016 Rp 3.722.928.999, dan pada 2017 Rp 3.653.072.285.

Penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Pidie pada perusahaan daerah yang berdiri pada tahun 1972, ini, sebesar Rp 3,7 miliar (kekayaan Pemkab Pidie yang dipasahkan) dan modal hibah (peralatan produksi seperti jaringan pipa, bantuan/hibah Exs. Proyek PPAB, WTP BRR dsb) tercatat sebagai aset senilai Rp 68 miliar.

Drs Ridwan, Direktur PDAM Tirta Mon Kreung Baro Pidie, mengatakan, akumulasi kerugian semakin besar karena tiap tahun memang perusahaan merugi. Jika tunggakan tertagih, kata dia, akumulasi kerugian tersebut bisa menjadi bagian dari laba bersih perusahaan dan dibayarkan sebagai dividen kepada Pemkab Pidie sebagai pemegang saham atau tercatat sebagai penambahan modal Pemkab Pidie.

“Kerugian tersebut berasal dari tunggakan pelanggan selama puluhan tahun lalu. Kita mengusulkan ke badan pengawas PDAM Tirta Mon Kreung Baro untuk menghapuskan utang-utang lama agar menjadi nol,” kata Drs Ridwan pada sinarpidie.co, Rabu, 10 Juli 2019.

Belanja Subsidi Pemkab Pidie untuk PDAM Tirta Mon Krueng Baro:

2013       : Rp 1,8 miliar dan terealisasi Rp 1,2 miliar atau 66.67 persen dan Laba Ditahan tahun 2013 Rp 18.608.607.190,

2014       : Rp 600 juta dan terealisasi 100 persen dan Laba Ditahan (akumulasi kerugian) 2014 Rp 22.031.992.617,

2015       : Rp 125 juta dan terealisasi 100 persen dan Laba Ditahan (akumulasi kerugian) 2015 Rp 25.625.089.321,

2016       : Rp 125 juta dan terealisasi 100 persen dan Laba Ditahan (akumulasi kerugian) 2016 Rp 28.234.885.473,

2017       : Rp 100 juta dan terealisasi 100 persen dan Laba Ditahan (akumulasi kerugian) 2017 Rp 31.957.814.472,

2018       : Rp 150 juta dan terealisasi 100 persen,

2019       : Rp 150 juta. []

Komentar

Loading...