Serba-serbi ramadhan

Demam Sexy Killers

Saham Batu Bara PT TOBA Milik Luhut Pandjaitan Anjlok

·
Saham Batu Bara PT TOBA Milik Luhut Pandjaitan Anjlok
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Sumber foto: voaindonesia.com.

sinarpidie.co—Saham batu bara PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) milik Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan anjlok karena nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman tersebut kini tengah jadi perbincangan setelah film dokumenter Sexy Killers dirilis.

Dilansir dari batamnews.co.id, Selasa ,16 April 2019, data perdagangan BEI, hingga pukul 9.09 waktu JATS, saham PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) milik Luut anjlok 710 poin atau 44,65 persen ke posisi Rp 880. Saat ini, saham TOBA terhenti di level Rp 1.590.

“Dalam lima hari terakhir, saham TOBA terpantau terus mengalami penurunan. Rabu, 10 April 2019, saham TOBA terpantau berada di posisi Rp 1.600. Hari berikutnya, saham TOBA turun lagi ke posisi Rp 1.570. Jumat, 12 April 2019, saham TOBA merosot ke posisi Rp 1.525,” demikian batamnews.co.id.

Sexy Killers. yang diproduksi WatchDoc, mengisahkan bagaimana jalinan oligarki di Indonesia yang saling bermusuhan di panggung politik praktis tapi akrab, bahkan saling membantu dalam tambang batubara yang dijadikan bahan baku utama listrik di Indonesia meski energi terbaharukan lebih hemat dan ramah lingkungan.

Dalam film tersebut, fakta tentang pertambangan batu bara di Kalimantan yang diketengahkan tak hanya tentang kerusakan lingkungan dari hulu ke hilir (dari lokasi tambang ke PLTU), tapi juga rusaknya tatatan sosial, mata pencaharian penduduk setempat yang sebenarnya merupakan warga trans,  kriminalisasi dan relasi kuasa yang tak seimbang. Selain itu, yang secara gamblang terlihat dari lubang-lubang tambang yang menganga dan telah merenggut korban jiwa: bagaimana dana jaminan reklamasi pasca-tambang ternyata rawan dikorupsi.

Sejak diupload ke kanal Youtube WatchDoc, dua hari yang lalu hingga Selasa, 16 April 2019, film karya  Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta ini telah ditonton 7,8 juta kali. []

Komentar

Loading...