Iklan Pemkab Pidie

Rusuh dan Rutan Kelas II B Sigli Terbakar, 4 Sipir Diperiksa Polisi

·
Rusuh dan Rutan Kelas II B Sigli Terbakar, 4 Sipir Diperiksa Polisi
Kerusuhan dan pembakaran Rutan Kelas II B Sigli, Senin, 3 Juni 2019 lalu. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pasca-kerusuhan dan pembakaran Rutan Kelas II B Sigli, Senin, 3 Juni 2019 lalu, Satreskrim Polres Pidie telah memeriksa tujuh saksi. Kasatreskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin, 10 Juni 2019 mengatakan, dari tujuh saksi yang dipanggil, empat di antaranya merupakan pegawai (sipir) rutan yang sedang bertugas pada saat kerusuhan terjadi dan tiga lainnya merupakan tahanan yang mencoba kabur.

“Salah seorang tahanan kasus narkoba jenis sabu berinisial Her Bin Kam dari hasil pemeriksaan telah ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat dalam perusakan Kantor Kepala Pengamanan Rutan (KPR) pada saat kejadian dan mencoba melarikan diri,” kata AKP Mahliadi.

Terkait enam tahanan yang melarikan diri, kata Mahliadi lagi, tiga di antaranya berhasil ditangkap dan tiga lainnya berhasil kabur dan masih buron pasca-kerusuhan. “Tiga tahanan yang kabur hingga saat ini masih diburu polisi,” kata dia lagi.

Mereka yang berhasil kabur dan hingga saat ini belum ditemukan ialah FA, 36 tahun; MR alias Amad Blong, 40 tahun,  dan IS, 46 tahun.

Aksi Kriminal di rutan akibat HP

Belum lama didera kerusuhan dan kebakaran di rutan, salah seorang napi di rutan kelas II B Sigli, MS Bin MJ, menikam dua Napi dengan gunting: AD, 37 tahun dan IS, 47 tahun.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi mengatakan, kasus tersebut berpunca pada saat pelaku meminjam hanphone korban untuk menghubungi pacarnya melalui aplikasi video call.

Setelah itu, video call tersebut terekam di handphone korban. Karena video call bersama sang pacar terekam, pelaku marah dan melakukan penikaman pada korban saat sedang tertidur. Seorang napi lainnya juga kena tikam pada saat ia melerai aksi penusukan tersebut.

Baca juga:

“Kejadiannya Senin, 10 Juni 2019 dini hari sekitar pukul 02. 00 WIB. Kini pelaku ditahan di sel Mapolres Pidie,” kata AKP Mahliadi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, saat dihubungi sinarpidie.co melalui telepon selular, Senin, 10 Juni 2019, mengatakan, semua Napi dan tahanan dilarang menggunakan HP di dalam rutan.

"Kalau terbukti Napi pakai HP di dalam akan kena sanksi pelanggaran tata tertib. Namun pasca-kerusahan tentu kita mengambil tindakan juga tapi tidak seperti sebelumnya saat kondisi aman. Kita coba maksimalkan keamanan di dalam rutan dulu. Jangan nanti ribut lagi, makanya kita fokus keamanannya dulu,” katanya. []

Komentar

Loading...