Repsol Rencanakan Pengeboran Migas di Aceh pada 2020

·
Repsol Rencanakan Pengeboran Migas di Aceh pada 2020
Peta Wilayah Kerja Migas Aceh. Sumber: BPMA.

sinarpidie.co– Repsol telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencananya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran di Aceh. Selain itu, dua perusahaan internasional lainnya, Premier Oil dan Mubadala, masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II.

Hal itu dikatakan Achyar Rasyidi, Humas BPMA, dalam kuliah umum Pengenalan Industri Hulu Migas, Rabu, 10 Juli 2019 di Universitas Almuslim.

“Kegiatan hulu migas akan berkontribusi pada penciptaan multiefek ekonomi bagi masyarakat Aceh. Iklim investasi di Aceh sangat baik sekarang. BPMA akan memastikan bahwa operasi perusahaan migas akan membawa kemajuan bagi Aceh. Kita harapkan pengeboran Repsol bisa berkontribusi bagi ekonomi lokal,” kata Achyar Rasyidi dalam keterangan tertulis yang diterima sinarpidie.co, Jumat, 12 Juli 2019.

Menurut Achyar, sejak 2016, Repsol berkoordinasi dengan BPMA untuk masuk ke Aceh. Setelah perusahaan asal Spanyol ini cukup yakin, Repsol juga menggandeng Mubadala Petroleum (Uni Emirat Arab) dan Premier Oil (Inggris), untuk mengeksplorasi potensi migas di Aceh.

Selain menghadirkan pembicara dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Achyar Rasyidi, Perwakilan Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas) Wilayah Sembagut, Yanin Kholison, juga menjadi pembicara dalam kuliah umum tersebut.

Yanin Kholison, menyampaikan bahwa Repsol, Premier Oil, dan Mubadala Petroleum akan berinvestasi di bidang hulu migas di lepas pantai Bireun, Pidie Jaya, dan Pidie, tepatnya di wilayah kerja Andaman I, II, dan III pada perairan Selat Malaka.

Menurut Yanin, Repsol telah selesai melakukan seismic 3D di Andaman III dan rencanya di tahun 2020 akan segera melakukan pengeboran.

“Sementara Premier Oil dan Mubadala masih dalam tahap joint study di Wilayah Kerja Andaman I dan Andaman II,” katanya.

Ir Ibrahim Ahmad MSi, Assisten II Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bireun mengatakan, masyarakat Bireun sangat terbuka dengan kehadiran para investor yang masuk ke kabupaten tersebut.

Ibrahim juga berpesan jika perusahaan menemukan cadangan minyak, maka seyogyanya perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam kegiatan hulu migas.

“Mahasiswa Almuslim agar mempersiapkan diri belajar sungguh-sungguh agar bisa diterima bekerja di perusahaan migas,” kata Ibrahim.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Almuslim, Dr Amiruddin Idris SE MSi berharap agar kegiatan kerjasama dengan Universitas seperti ini bisa secara kontinyu dilakukan agar pihak kampus mendapatkan wawasan tentang kegiatan hulu migas di Aceh.

“Terima kasih untuk BPMA dan SKK Migas yang telah mempercayakan Universitas Almuslim mengadakan kegiatan sosialisasi kegiatan hulu migas di Aceh,” katanya. []

Komentar

Loading...