Klik Tambang

Redupnya Parang Cap Bintang Dua di Pasaran Lokal

·
Redupnya Parang Cap Bintang Dua di Pasaran Lokal
Ismail Umar, 63 tahun. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co -- Meski tempat usahanya pernah dihantam tsunami pada 2004 silam dan roboh akibat gempa pada Desember 2016 lalu, Ismail Umar, 63 tahun, warga Gampong Mesjid, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, tetap melakoni pekerjaan sebagai pandai besi itu untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Profesi itu setidaknya telah ia jalani selama  40 tahun. Parang Cap Bintang Dua milik Ismail sempat eksis di pasar lokal pada tahun 1980 hingga awal 2000-an. Namun, kini Cap Bintang Dua berada di persimpangan jalan.

Ismail kini bekerja dalam sebuah gubuk berukuran 3 x 5 meter. Tungku api yang dulu membara seharian kini hanya beroperasi beberapa jam saja. Hal itu ikut berpengaruh pada pendapatannya yang menurun drastis dalam enam tahun terakhir. Dulu ia mempekerjakan sekitar 5 hingga 7 pekerja, tapi kini hanya ada sekitar 2 pekerja yang membantunya menjalani usaha tersebut.

"Sekarang saya hanya membuat parang dan pisau jika ada yang suruh buat saja. Paling sehari ada yang nyuruh dua-tiga orang. Per parang harganya Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu, bervariasi. Kalau pisau Rp 30 ribu hingga 50 ribu, tergantung bahan, " kata Ismail sinarpidie.co, Sabtu, 2 November 2019. “Dulu, dalam sehari bisa dapat Rp 400 ribu dan 500 ribu. Sekarang, sehari rata-rata cuma dapat  Rp 130 ribu setelah hitung modal."

Keterampilan sebagai pandai besi ia peroleh dari keluarga secara turun temurun.

Parang produksi Ismail Umar. (sinarpidie.co/ M Rizal).

Lantas bagaimana Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pidie Jaya melihat fenomena ini?

"Kita lihat dulu apakah mereka itu sudah masuk dalam data kita. Jika memang sudah melapor, kita akan turun dan melihat berapa orang yang bekerja ditempat dia yang menampung para pekerja," kata Kepala Dinas Dispeindagkop-UKM Pidie Jaya, Rapiati SE, melalui Kabid Industri, Aminah, pada sinarpidie.co, Senin, 4 November 2019. “Yang kita bantu yang sudah punya dasar, sudah lama berkembang. Nanti kita lihat dulu apakah yang bersangkutan sudah terdaftar.”[]

Komentar

Loading...