Ratusan Guru Honorer K2 di Pidie sampaikan Aspirasi ke DPR

·
Ratusan Guru Honorer K2 di Pidie sampaikan Aspirasi ke DPR
Ratusan guru honorer K2 di Pidie beraudiensi dengan anggota DPRK di Gedung DPRK setempat, Senin, 24 September 2018.

sinarpidie.co—Ratusan Guru Honorer K2 TK, PAUD, SD dan SMP di Pidie melakukan pertemuan dengan anggota DPRK Pidie di gedung DPRK setempat, Senin, 24 September 2018. Kedatangan para guru honorer tersebut untuk menyampaikan status mereka yang tak kunjung diangkat menjadi PNS dan ingin diangkat menjadi PNS tanpa mengikuti serangkaian tes dalam rekrutmen PNS beberapa waktu mendatang.

Mariana, Kepala PAUD Ulfia Rahmatika di Grong-Grong, menyampaikan, dirinya sudah mengabdi sebagai tenaga pengajar honorer sejak 2005 lalu. “Sudah beberapa sekolah PAUD saya dirikan. Kedatangan kami ke sini menuntut pada wakil rakyat agar para guru honorer K2 di Kabupaten Pidie diangkat semua menjadi PNS tanpa mengikuti tes," tutur Mariana.

Muhammad Nur, 46 tahun, salah seorang guru di SMP 2 Tiro juga mengatakan hal yang sama. Dirinya, kata dia, sudah mengabdi sekitar 12 tahun lebih.

“Tetapi nasib kami masih honorer yang gajinya bersumber dari dana bos sekitar Rp 300 ribu dan itu pun tiga bulan sekali diberikan,” kata dia.

Ia dan rekan-rekannya, kata dia lagi, mengaku telah mendatangi Badan Kepegawaian Pembinaan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pidie untuk menyampaikan keinginan mereka tersebut.

Diwawancarai terpisah, Ketua Komisi A DPRK Pidie Jailani M Yacob mengatakan, pihaknya menampung semua aspirasi para guru honorer tersebut. Dikatakannya, persoalan ini akan dibahas bersama dengan pihak eksekutif.

“Setelah ada kesimpulan, akan kita tindaklanjuti tuntutan para guru honorer k2 sampai ke Pusat," ujar pria yang akrab disapa Atok, ini. []

Komentar

Loading...