PWI Pidie Gelar Aksi Solidaritas Minta Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan dan Kantor PWI Aceh Tenggara Ditangkap

·
PWI Pidie Gelar Aksi Solidaritas Minta Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan dan Kantor PWI Aceh Tenggara Ditangkap
Puluhan wartawan yang terhimpun dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pengurus Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya menggelar aksi solidaritas terkait dugaan pembakaran rumah salah seorang wartawan Harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara dan dugaan upaya pembakaran Kantor PWI Pengurus Kabupaten Aceh Tenggara, di Tugu Bank Aceh di Jalan Teungku Chik di Tiro, Sigli, Jumat, 2 Agustus 2019. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Puluhan wartawan di Pidie dan Pidie Jaya, yang terhimpun dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pengurus Kabupaten Pidie, menggelar aksi solidaritas terkait dugaan pembakaran rumah salah seorang wartawan Harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara dan dugaan upaya pembakaran Kantor PWI Pengurus Kabupaten Aceh Tenggara, di Tugu Bank Aceh di Jalan Teungku Chik di Tiro, Sigli, Jumat, 2 Agustus 2019.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi tersebut, yang juga Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum PWI Pidie, Firdaus, mengatakan, dalam survey indeks kemerdekaan pers (IKP) yang dilakukan Dewan Pers di provinsi-provinsi di Indonesia, Aceh dinobatkan sebagai provinsi paling baik kebebasan persnya. Pada survey Dewan Pers tahun 2016, IKP di Aceh mencapai 72, 39 persen. Angka IKP Aceh naik menjadi 81, 55 persen pada survey Dewan Pers tahun 2017. Lalu, pada survey Dewan Pers 2018, IKP di Aceh mencapai 83,87 persen. Singkatnya, selama tiga tahun berturut, Aceh menjadi provinsi dengan indeks kebebasan pers tertinggi di Indonesia.

“Namun, baru-baru ini, aksi kejahatan luar biasa terhadap pers terjadi dengan adanya dugaan tindakan pembakaran rumah salah seorang wartawan di Aceh Tenggara, Asnawi Luwi, Selasa, 29 Juli 2019; dan dugaan upaya pembakaran Kantor PWI Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis, 1 Agustus 2019,” kata dia dalam orasinya.

Hal ini, kata dia, menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kebebasan pers di Aceh. Disebutkannya lagi, implementasi demokrasi dalam sebuah Negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi bukan hanya dimaknai dengan pemisahan kekuasaan berdasarkan konsep trias politika di mana eksekutif, legislatif, dan yudikatif memiliki wewenang dan fungsi masing-masing sesuai UU yang berlaku, melainkan juga menjamin adanya kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.

“Dengan kata lain, semua pihak harus menghargai dan menghormati pemberitaan media sebagai bagian dari iklim demokratis. Jika tidak setuju dengan konten atau materi pemberitaan, setiap orang diberikan hak untuk membantah atau meluruskannya dengan prosedur yang telah disediakan. Tentu saja tidak elok menerapkan standar ganda dalam implementasi sistem demokrasi: memperoleh kesempatan dan menikmati posisi eksekutif, legislatif dan yudikatif karena sistem demokrasi, bukan karena sistem feudal dan monarki, namun menafikan pers sebagai bagian dari sistem demokrasi yang juga dilindungi UU,” katanya lagi.

Orator lainnya, Zamah Sari, mengatakan, aksi pembakaran rumah wartawan dan upaya pembakaran kantor PWI Aceh Tenggara merupakan teror terhadap kebebasan pers di Aceh.

“Pelaku teror seperti itu pantas disebut dengan teroris,” sebut Zamah Sari. “Kami percaya, pihak kepolisian mampu mengungkap kasus ini secara gamblang sesegera mungkin.”

Di samping itu, Ikhsan, dalam orasinya juga menyampaikan hal serupa. Dikatakannya, lewat aksi solidaritas tersebut, pihaknya mengutuk tindakan pembakaran tersebut.

“Aksi pembakaran tersebut sangat mengancam kebebasan pers di Aceh,” sebutnya.

Dalam aksi solidaritas tersebut, PWI Pengurus Kabupaten Pidie mendesak: Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut hingga tuntas kasus pembakaran rumah wartawan dan kantor PWI Aceh Tenggara; Kepolisian Negara Republik Indonesia harus menjamin dan melindungi keamanan wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik mereka; dan mendesak Dewan pers, tokoh dan ahli pers, organisasi profesi wartawan, membentuk tim independen untuk mengungkap kasus tersebut. []

Komentar

Loading...