PT. Putra Nanggroe Aceh Baru 55 Persen Bangun Gedung Serbaguna dan Tribun Utama MTQ Tahap II

·
PT. Putra Nanggroe Aceh Baru 55 Persen Bangun Gedung Serbaguna dan Tribun Utama MTQ Tahap II
Raut wajah pejabat teras Pemerintah Aceh Dr M Jafar SH MHum (paling kiri), Nova Iriansyah (tengah), dan Taqwallah (kanan) saat meninjau gedung serbaguna MTQ Aceh di Sigli, Pidie, Rabu, 3 Juli 2019. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Permukiman (Perkim) Pidie, Muhammad Adam ST MM, dalam rapat evaluasi persiapan MTQ Aceh ke-34 di Pidie, yang dihadiri Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rabu, 3 Juli 2019, memaparkan progres pembangunan setiap fasilitas MTQ.

Pihaknya, kata dia, terus memacu seluruh items pembangunan agar dapat selesai tepat waktu.

“Rata-rata realisasi keuangan baru uang muka 20 persen hingga 30 persen,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Permukiman (Perkim) Pidie, Muhammad Adam ST MM, dalam paparannya.

Adapun sejumlah items kegiatan tersebut di antaranya, pembangunan gedung serbaguna dan tribun utama MTQ tahap I yang dikerjakan PT. Sarjis Agung Indrajaya pada 2018 sudah selesai dengan nilai kontrak Rp  8,7 miliar.

Untuk tahap II dengan nilai kontrak  Rp 12,9 miliar yang dikerjakan PT. Putra Nanggroe Aceh, kata dia, realisasi fisiknya 55 persen.

Lalu, pembangunan panggung utama yang dimenangkan oleh CV. Guntomara dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar, terealisasi 35 persen.

Pembangunan jalan pada arena utama MTQ, yang dimenangkan CV. Madya Raya Group dengan nilai kontrak Rp 5,6 miliar, realisasi fisiknya telah mencapai sudah 75 persen.

“Rehabilitasi gedung olahraga dan penataan halaman yang dikerjakan CV Sinar Asri dengan nilai kontrak Rp 3,8 miliar telah terealisasi 45 persen,” papar M Adam.

Pembangunan musala pada panggung utama MTQ, yang dikerjakan  CV Gata Mandiri dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar, telah terealisasi 55 persen,

Selanjutnya, kata M Adam, pembangunan MCK dan tower air pada arena utama MTQ, yang dikerjakan oleh CV Siska Azis dengan nilai kontrak Rp 400 juta, terealisasi fisik 50 persen.

“Pembagunan tugu sedang berjalan. Dikerjakan oleh CV. Mitra Buana dengan nilai kontrak Rp Rp 275 juta, realisasi fisiknya 45 persen. Pembangunan landscape pada arena utama MTQ dengan nilai kontrak Rp 1, 4 miliar. Dan pembangunan talud dan saluran tahap II, yang dikerjakan oleh CV Phonna dengan nilai kontrak Rp 1, 9 miliar, realisasi fisiknya 45 persen,” kata dia.

Lalu, pembangunan pagar depan pada arena MTQ senilai Rp 400 juta terealisasi 45 persen.

Pembangunan Gapura pada arena utama dengan nilai kontrak Rp 1,1 miliar lebih, pemasangan lampu dengan nilai kontrak Rp 900 juta, dan pembangunan dan pengadaan tangki air sudah terealisasi 80 persen.

“Penimbunan sirtu di Simpang 4 realisasi fisiknya 95 persen, dikerjakan  CV Aceh Najasa, dengan nilai kontrak Rp 400 juta lebih. Lalu pembangunan stand pameran dan sewa tenda ukuran 5 x 5 dan pengadaan truk tangki air dalam proses tender. Kontraknya dalam minggu ini ditandatangani,” kata dia.

Rekam jejak PT. Putra Nanggroe Aceh

PT Putra Nanggroe Aceh merupakan rekanan yang memenangkan proyek Jembatan Jeumeurang – Pusong tahun anggaran 2018 lalu dengan nilai kontrak Rp 30.610.057.000. 

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, dalam LHP LKPD Pemkab Pidie tahun anggaran 2018, menemukan kelebihan pembayaran pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah untuk PT. Putra Nanggroe Aceh.

Selain itu, BPK, dalam LHP LKPD Pidie tahun anggaran 2016, juga menemukan kerugian negara dalam proyek pembangunan Jalan Blok Sawah - Blang Paseh Kecamatan Kota Sigli (DAKIPD), yang dimenangkan PT. Nanggroe Aceh dengan nilai kontrak Rp 9,1 miliar, sebesar Rp 137.515.565.

Sumber: BPK Perwakilan Aceh.

Kemudian, dalam proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Peukan Pidie - Jabal Ghafur - Teupin Raya dengan satker Dinas PU Provinsi Aceh (DAK), PT. Putra Nanggroe Aceh juga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 22 juta. []

Komentar

Loading...