PT. Bank Aceh Syariah tidak Miliki SOP Pengelolaan Uang Kas pada ATM, Ini Risikonya

·
PT. Bank Aceh Syariah tidak Miliki SOP Pengelolaan Uang Kas pada ATM, Ini Risikonya
Kantor Bank Aceh Syariah Cabang Sigli, Pidie di Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam dokumen ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) semester II 2017, mencatat PT Bank Aceh Syariah belum memiliki SOP tentang pengelolaan uang kas pada automated teller machine (ATM), yang meliputi pengisian kembali uang kas ATM, pelaporan posisi kas ATM, dan rekonsiliasi kas ATM. Yang menjadi objek pemeriksaan BPK merupakan operasional bank tahun buku 2016 dan 2017 (sampai dengan Triwulan III) pada PT Bank Aceh Syariah di Banda Aceh.

Dikutip dari laman bankaceh.co.id,  komposisi modal pada PT Bank Aceh Syariah hingga 2018: Pemerintah Aceh 61 persen, pemerintah kabupaten se-Aceh 35,20 persen, dan Pemerintah Kota se-Aceh 3,80 persen.

Bagian laba (deviden) yang dibagikan kepada Pemerintah Aceh atas penyertaan modal pada BUMD atau perusahaan daerah tersebut pada 2017 Rp 157.738.610.818,53. Angka ini lebih besar dibandingkan pembagian deviden yang diberikan PT. Bank Aceh Syariah pada Pemerintah Aceh pada 2016, yakni Rp 154.193.659.926,05. Metode penilaian investasi yang digunakan oleh Pemerintah Aceh adalah metode ekuitas (equity method).

Kasus pembobolan Bank Jateng

Pegawai Bank Jateng Cabang Pekalongan, Fredian Husni, divonis penjara 6 tahun 6 bulan oleh hakim Pengadilan Tipikor Semarang. Fredian terbukti melakukan korupsi uang yang disetor ke mesin ATM dengan total kerugian Rp 4,47 miliar. Ia terbukti melanggar Pasal 3 UU No 31/1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Fredian Husni melakukan tindakan mengurangi uang yang harusnya dimasukkan ke 6 mesin ATM di Pekalongan. Aksinya itu sudah dilakukan 304 kali bahkan hasil uangnya digunakan untuk judi.

Sebagai Petugas Teller Kantor Kas Mobil Keliling Bank Jateng Cabang Pekalongan dan selaku Petugas PIC/Person In Charge ATM Bank Jateng Cabang Pekalongan, Fredian telah mengambil uang dalam proses perhitungan kas (cash count) yang ada di ATM Bank Jateng Cabang Pekalongan untuk kepentingan pribadi dan ia telah memanipulasi data cash count pengisian ATM Bank Jateng Cabang Pekalongan dengan cara memasukkan data fiktif antara nominal uang yang diketik dalam sistem berbeda dengan nominal uang yang dimasukan dalam cassette ATM.

Meski Bank Jateng Cabang Pekalongan telah memiliki SOP tentang pengelolaan uang kas pada automated teller machine (ATM), yang meliputi pengisian kembali uang kas ATM, pelaporan posisi kas ATM, dan rekonsiliasi kas ATM, namun pembobolan bank tetap bisa terjadi, nah apalagi PT. Bank Aceh Syariah, yang dalam ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) semester II 2017, terungkap samasekali tidak memiliki SOP tentang hal tersebut. Duh! [] 

Komentar

Loading...