Dinas Pendidikan Pijay

Proyek Rp 600 juta hingga 1, 2 M Dikerjakan secara Swakelola di Pijay

Proyek Rp 600 juta hingga 1, 2 M Dikerjakan secara Swakelola di Pijay
Ilustrasi internet.

sinarpidie.co--Jumlah alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Regular Bidang Pendidikan Pidie Jaya pada tahun anggaran 2018 ialah Rp 8.644.000.000, dengan rincian 4.831.000.000 untuk SD dan 3.813.000.000 untuk SMP.

Berdasarkan Rencana Pengadaan Umum (RUP) Dinas Pendidikan Pidie Jaya, sejumlah proyek DAK, yang dilaksanakan dengan metode swakelola tahun ini, di antaranya, satu paket Pembangunan Perpustakaan Sekolah di Kecamatan Bandar Baru (Rp 288.750.000), dua paket Pembangunan Ruang Laboratorium dan Praktikum Sekolah di Kecamatan Bandar Baru dan Bandar Dua (Rp 623.500.000), 18 paket Penambahan Ruang Kelas Sekolah di Kecamatan Meureudu, Bandar Dua, Bandar Baru, Trienggadeng, Ulim, dan Meurah Dua (Rp 1.267.990.000); satu paket Konsultsi Pembangunan Taman Lapangan Upacara, Pagar dan Fasilitas Parkir di Kecamatan Meureudu (Rp 5000.000).

Lalu, satu paket Perencanaan Pembangunan Mushalla di sekolah di Kecamatan Meureudu (Rp 25.000.000).

DAK Pendidikan

Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan atau DAK Fisik Bidang Pendidikan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk mendanai kebutuhan sarana dan prasarana bidang pendidikan yang merupakan urusan Daerah.

Penyaluran DAK fisik tahun anggaran 2018 sendiri akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap I sebesar 25 persen dari pagu alokasi, disalurkan paling cepat Februari, paling lambat Juli.

Tahap II sebesar 45 persen dari pagu alokasi, disalurkan paling cepat April, paling lambat Oktober. Tahap III sebesar selisih antara jumlah dana yang telah disalurkan sampai dengan tahap II dengan nilai rencana kebutuhan dana untuk penyelesaian kegiatan. Disalurkan paling cepat September dan paling lambat Desember. 

Paket swakelola di atas 200 juta

Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya Saiful Rasyid MPd mengatakan, paket-paket swakelola di atas Rp 200 juta tidak ditender karena pihaknya mengacu pada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan DAK bidang pendidikan yang dilakukan secara swakelola. “Dan dikerjakan oleh masing-masing sekolah,” kata dia, Rabu, 26 September 2018 di Meureudu.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 123 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Fisik disebutkan, kegiatan peningkatan prasarana pendidikan di tingkat sekolah dilakukan oleh panitia pembangunan di sekolah (P2S) yang ditetapkan oleh kepala sekolah penerima alokasi DAK Fisik secara swakelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Proyek-proyek DAK swakelola tersebut ditengarai tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan, di mana seluruh proyek fisik maupun non-fisik yang menyentuh angka Rp 200 juta ke atas harus dilelang. []

Komentar

Loading...