Proyek Biogas di Pijay tak Berfungsi, DPRA Minta Dinas ESDM Jangan Berkelit

·
Proyek Biogas di Pijay tak Berfungsi, DPRA Minta Dinas ESDM Jangan Berkelit
Anggota Pansus DPR Aceh meninjau lokasi proyek biogas di Pijay. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co--Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menemukan banyak kejanggalan terhadap pembangunan instalasi biogas skala rumah tangga di Pidie Jaya, yang dibangun dengan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 lalu dengan senilai Rp 1,3 miliar.

Anggota Pansus DPRA, Sulaiman Ary, yang meninjau langsung output pembangunan instalasi biogas tersebut, Kamis, 11 Juli2019, yang tersebar di dalam dua kecamatan di Pidie Jaya, yaitu Meureudu dan Bandar Dua dengan jumlah 40 titik, meminta kepada Dinas ESDM jangan menggiring opini bahwa tak berfungsinya biogas tersebut karena persoalan teknis.

"Yang kita lihat dan temukan ini secara faktual tidak berfungsi dan warga penerima manfaat sudah mengatakan apa adanya. Jangan lagi menggiring opini, karena memang dari awal sudah tidak maksimal," kata Sulaiman Ary.

Musa Sabi, Warga Gampong Rhing Blang, Kecamatan Meureudu, kepada sinarpidie.co, Kamis 11 Juli mengatakan, pembangunan instalasi biogas ini hanya berfungsi selama tiga pekan saja setalah selesai dibangun.

"Semenjak dibuat hanya berfungsi 20 hari saja, sudah capek kita kumpulkan kotoran lembu untuk diolah menjadi biogas di sini, tidak ada hasil juga. Kalau ribetnya begini jika dipikir-pikir lebih baik kita pakei gas 3 kg saja, sama juga nilai habisnya,” katanya.

Sementara Kabid Energi dan Kelistrikan pada Dinas ESDM Aceh, Dedi M Roza mengatakan, dari total proyek biogas tersebut, ada yang berfungsi dan ada juga yang belum maksimal. Pihaknya, kata dia, akan melakukan perbaikan.

"Kita akan lakukan evaluasi per rumah serta mengevaluasi di mana kendala biogas tidak berfungsi maksimal dan akan kita kita perbaiki," kata Dedi. []

Komentar

Loading...