POPT dan PHP Distanpang Pidie Perkenalkan Pengendalian Hama Likat Kuning dan Tanaman Refugia

·
POPT dan PHP Distanpang Pidie Perkenalkan Pengendalian Hama Likat Kuning dan Tanaman Refugia
Kordinator POPT dan PHP Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Mahzal SP (kiri), membuat perangkap likat kuning untuk melakukan uji coba. Foto Ist.

sinarpidie.co--Petugas Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Pengamat Hama Penyakit (PHP) Dinas Pertanian dan Pangan Pidie mengajak para petani untuk mengendalikan hama secara alami dengan menggunakan perangkap likat kuning dan penanaman golongan tanaman refugia di areal lahan budidaya tanaman.

Kordinator POPT dan PHP Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Mahzal SP, mengatakan, tujuan menggunakan perangkap likat kuning karena perangkap tersebut mampu mengendalikan beberapa hama yang sering muncul pada tanaman, seperti lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat, dan kepik.

“Perangkap likat kuning ini dapat dijadikan solusi untuk petani dalam pengendalian hama tanaman di lapangan, sehingga bisa meningkatkan produktivitas tanaman dan menekan biaya pestisida sintetik,” kata Mahzal pada sinarpidie.co, Senin, 15 juli 2019.

Tim POPT dan PHP Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, kata Mahzal lagi, telah melakukan beberapa percobaan pengendalian hama dengan likat kuning dan penanaman Refugia di Kecamatan Simpang Tiga, Grong-Grong dan Kecamatan Peukan Baro.

“Hari ini kami membuat likat kuning dan menanam refugia pada areal lahan bawang merah seluas 0,5 hektare di kecamatan Grong-grong bersama penyuluh dan petani bawang merah setempat,” tambah Mahzal.

Cara membuat perangkap likat kuning cukup sederhana. Bahan yang dibutuhkan antara lain  botol minimuan bekas, cat kuning sesuai kebutuhan, tiner (pengencer cat), oli atau minyak makan, kuas, dan ajir bambu ukuran 50 cm

“Bahan tersebut  seperti cat kuning diencerkan dengan tiner. Setelah itu  diaduk, kemudian dituangkan ke dalam minuman bekas. Selanjutnya, botol minuman bekas yang sudah bercat kuning tadi ditancapkan dengan ajir bambu di tengah bedengan bawang merah. Kemudian, baru dioleskan oli atau minyak makan pada botol tersebut agar hama imago ulat bisa melekat pada botol tersebut dan dalam tempo tiga hari sekali dilakukan pengecekan. Jika hama tadi sudah banyak melekat, kembali lagi dioleskan oli atau minyak makan,” kata Mahzal menjelaskan.

Kata Mahzal lagi, tanaman refugia seperti bunga matahari dan bunga tai ayam telah terlebih dahulu tumbuh sebelum tanaman ditanam dalam bedengan.

“Pemanfaatan perangkap ini dapat menjadi indikator populasi hama di area pertanaman, sehingga saat ditemukan hama tertentu yang populasinya telah melebihi ambang batas, maka dapat segera dilakukan pengendalian hama tersebut secara khusus,” tutup Mahzal. []

Komentar

Loading...