Plt Gubernur Aceh Ditamsilkan sebagai Simbol Kematian HAM

·
Plt Gubernur Aceh Ditamsilkan sebagai Simbol Kematian HAM
Puluhan mahasiswa, pemuda dan sejumlah aktivis LSM yang tergabung dalam Korp Barisan Pemuda Aceh atau BPA melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, di Banda Aceh, Senin, 10 Desember 2018, bertepatan dengan peringatan hari HAM Se-dunia. (sinarpidie.co/Syahrul)

sinarpidie.co--Puluhan mahasiswa, pemuda dan sejumlah aktivis LSM yang tergabung dalam Korp Barisan Pemuda Aceh atau BPA melakukan aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, di Banda Aceh, Senin, 10 Desember 2018, bertepatan dengan peringatan hari HAM Se-dunia.

Salah seorang orator dalam aksi tersebut, Muhammad Nasir, mengatakan, sudah saatnya Pemerintah Aceh berupaya maksimal untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu yang terjadi di Aceh.

Selain meminta penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu di Aceh, para demonstran juga meminta Pemerintah Aceh untuk mencegah terjadinya ketimpangan pemanfaatan sumber daya alam di Aceh karena hal ini akan memicu terjadinya pelanggaran HAM baru di Aceh.

“Pertama Pemerintah Aceh harus menuntaskan seluruh kasus pelanggaran HAM Aceh yang terjadi di masa lalu. Kedua, segera menindaklanjuti keputusan paripurna DPR Aceh Nomor 29/DPRA/2018 untuk segera melakukan upaya hukum terhadap terbitnya izin operasi produksi PT. EMM di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya,” ungkap nasir dalam orasinya.

Selain berorasi secara bergantian, demonstran juga membawa alat peraga berupa mayat dan karanda dengan menempelkan foto wajah Nova Iriansyah di bagian kepala.

“Alat peraga yang berupa mayat ini adalah ilustrasi bahwa selama ini pemerintah Aceh sedang mati dan ini sebagai pertanda bahwa Aceh saat ini seperti tidak ada nahkoda, terutama upaya menuntaskan pelanggaran HAM di Aceh,” tegas nasir dalam orasinya.

Setelah berorasi selama satu jam lebih, Nova Iriansyah yang saat ini menjabat sebagai Plt. Gubernur Aceh, tak juga kunjung hadir menjumpai demonstran. Karena Merasa geram dan menilai tidak digubris oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sebelum membubarkan diri di Kantor Gubernur Aceh, para demonstran melakukan aksi teatrikal dengan alat peraga tersebut.

“Sebagai tanda duka bahwa pada saat ini pemerintah Aceh memang sedang mati,” seru Nasir.

Para demonstran melanjutkan aksi di Tugu Simpang Lima Kota Banda Aceh dengan tuntutan yang sama. Setelah berorasi kurang lebih satu jam di Tugu Simpang Lima, Demonstran membubarkan diri dengan tertib. []

Reporter: Syahrul

Komentar

Loading...