Klik Tambang

Pidie tak Miliki Qanun Pemakaian Alsintan

·
Pidie tak Miliki Qanun Pemakaian Alsintan
Mesin potong padi atau combine harvester kala musim panen di Kecamatan Glumpang Tiga Pidie berlangsung. Foto direkam pada Rabu, 25 Juli 2018. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Hingga 2019, tak ada satupun qanun yang mengatur tentang pemakaian alat mesin pertanian atau alsintan milik Pemkab Pidie, sehingga hal ini ikut berdampak pada subjek retribusi, mekanisme penetapan target retribusi, dan mekanisme pengutipan retribusi dari pemakaian alat mesin pertanian atau alsintan di mana Dinas Pertanian dan Pangan Pidie sebagai pengguna barang/aset.

Qanun Kabupaten Pidie nomor 26  tahun 2011 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah tidak mengatur tentang sewa alsintan. Kendati demikian, alsintan pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie tetap masuk ke dalam kelompok retribusi jasa usaha.

Target retribusi dari sewa alsintan cukup besar, yakni sekitar Rp 700 juta. Setidaknya terdapat 8 unit combine harvester atau mesin/mobil pemotong padi, 3 unit traktor sedang, 24 unit handtraktor singkal, dan 36 unit handtraktor rotary pada Dinas Petanian dan Pangan Pidie.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Ir Sofyan Ahmad. Informasi yang dihimpun sinarpidie.co, aset Pemkab Pidie tersebut dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ketiga tersebut menyewakan alsintan  yang menjadi aset Pemkab Pidie pada masyarakat tani berdasarkan harga sewa pasaran tiap musim panen. []

Komentar

Loading...