Peningkatan Struktur Jalan Tijue-Sanggeu sepanjang 2 Km Terindikasi Gunakan Aspal Daur Ulang  

·
Peningkatan Struktur Jalan Tijue-Sanggeu sepanjang 2 Km Terindikasi Gunakan Aspal Daur Ulang  
Peningkatan struktur jalan dengan status jalan kabupaten pada tahun anggaran 2019, Tijue – Sanggeu, dari aspal rusak ke hotmix, terindikasi dikerjakan tak sesuai dengan standar jalan hotmix. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Peningkatan struktur jalan dengan status jalan kabupaten pada tahun anggaran 2019, Tijue – Sanggeu, dari aspal rusak ke hotmix, terindikasi menggunakan aspal daur ulang.

Sejumlah masyarakat, yang ditemui sinarpidie.co, di Simpang 4 Labui, Kecamatan, Pidie, Pidie, yang identitas mereka enggan dituliskan mengatakan, pengaspalan jalan tersebut menggunakan aspal pada jalan sebelumnya yang dikeruk dan digunakan kembali pada permukaan jalan. Bahkan, ada bagian-bagian yang justru sama sekali tidak dikeruk. 

“Batu yang digunakan pada jalan sebelum pengaspalan bukanlah split melainkan batu kotor,” kata salah seorang warga yang identitasnya enggan dituliskan, Senin, 12 Agustus 2019. “Selesai dikerjakan sekitar dua minggu yang lalu. Coba lihat ada tidak sisa aspal jalan sebelumnya di sana dan tidak diangkut aspal jalan lama tapi gunakan untuk jalan baru dibangun ini.”

Amatan sinarpidie.co, permukaan jalan bergelombang, berkedut-kedut, dan lapisan aspal pun sangat tipis, sekitar 4 cm. Selain itu, talud atau pasangan batu pada sisi-sisi jalan di titik-titik yang rawan longsor juga tidak seluruhnya dibangun.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Pidie, Tantawi Yusuf, mengatakan, pasangan batu pada sisi jalan hanya dibangun di titik-titik yang telah tercantum dalam RAB.

Pemasangan batu pada sisi jalan tidak sepenuhnya dibangun di seluruh titik yang rawan longsor. (sinarpidie.co/Firdaus).

“Jika dikatakan aspal itu tipis kami bisa mempertanggungjawabkannya secara teknis. Yang ada dalam RAB, pasangan batu pada sisi jalan di Gampong Teubeng di persawahan. Sanggeue tidak dibangun itu," sebutnya.

Kata Tantawi lagi, ketebatan aspal jalan tersebut tersebut 6 cm dengan lebar 4 meter. “Dari dasar lebar jalan sebelum peningkatan 3,5 meter. Aspal dasar jalan yang digunakan itu kita tidak bayar. Itu kita gunakan untuk penghematan, karena masih bisa kita gunakan. Bukan kita curi volume-nya,” kata dia lagi.

Informasi yang dihimpun sinarpidie.co pada laman LPSE Pidie, peningkatan struktur jalan Tijue – Sanggeu sepanjang 2 kilometer dimenangkan CV. Graha Nusantara dengan nilai kontrak Rp 4 miliar. Penarikan uang telah dilakukan dengan persentase 24,81 persen atau Rp 1 miliar. “Volume terakhir belum habis terhitung,” kata Tantawi. []

Komentar

Loading...