Penghibahan Kilang Padi Modern di Glumpang Tiga pada Pemkab Pidie masih Terkatung-Katung

·
Penghibahan Kilang Padi Modern di Glumpang Tiga pada Pemkab Pidie masih Terkatung-Katung
Peralatan kilang padi modern di Gampong Jeumpa, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co— Kilang padi modern di Gampong Jeumpa, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, hingga kini masih terkatung-katung status pengelolaannya. Pemerintah Provinsi Aceh hingga kini belum menghibahkan kilang padi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie.

Semula, bangunan kilang padi ini dibangun oleh Pemerintah Aceh lewat APBA di atas tanah milik Pemkab Pidie seluas 4 hektare pada 2004 silam dan rampung pada 2005, sedangkan pengadaan peralatan dan mesin-mesinnya bersumber dari hibah luar negeri.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Ir Syarkawi MM mengatakan, status kilang padi tersebut masih tercatat sebagai aset Pemerintah Aceh.

“Minggu lalu saya terima surat dari provinsi yang mencantumkan nilai-nilai bangunan dan mesin di kilang padi tersebut. Saya tidak gubris karena hal itu tidak boleh dilakukan sepihak. Nilai-nilai tersebut bukan berdasarkan hasil penilaian tim penilai yang ditetapkan oleh Gubernur Aceh atau tim penilai independen yang ditetapkan gubernur,” kata Ir Syarkawi MM, Selasa, 2 Juli 2019.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Ir Cut Huzaimah MP mengatakan, penghibahan kilang padi tersebut kepada Pemkab Pidie masih dalam proses penilaian aset-aset Pemerintah Aceh pada kilang padi tersebut.

“Sudah dalam tahapan penilaian aset. Saya terus berkoordinasi dengan bagian aset DPKA (Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh-red),” kata dia, Selasa, 2 Juli 2019 via telepon selular.

Adapun bangunan-bangunan yang telah terbangun ialah bangunan rice milling unit, pos jaga, bengkel, rumah tinggal/kantor, dan genset. Sementara, sarana alat dan mesin yang semula telah ada di kilang padi tersebut ialah line rice miling unit, diesel generator, dan timbangan.

Kilang padi senilai Rp 5 miliar lebih itu selesai dibangun pada 2005. Setelah diresmikan, kilang padi tersebut sempat dikelola Pemkab Pidie melalui Dinas Pertanian. Namun, di tengah perjalanan, Pemkab Pidie juga tak mampu melakukan operasional secara optimal dengan target produksi lima ton per jam. Dinas Pertanian Pidie lantas melakukan kontrak kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga dan hal itu juga berakhir dengan tutupnya kilang padi tersebut. Dengan kata lain, kilang padi tersebut telah berhenti beroperasi sekitar 10 tahun. []

Komentar

Loading...