Serba-serbi ramadhan

Serba-serbi Ramadhan

Penggalan Khutbah Teungku Daud Beureueh di Masjid Baitul A'la Lilmujahidin Beureunuen

·
Penggalan Khutbah Teungku Daud Beureueh di Masjid Baitul A'la Lilmujahidin Beureunuen
Masjid Baitul A’la Lilmujahidin. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Pada 1964, tepat pada Hari Raya Idul Fitri tahun tersebut, 7000 jamaah memadati Masjid Baitul A'la Lilmujahidin, Beureunuen. Itu adalah tahun ketiga Teungku Muhammad Daud Beureueh menjadi imam Salat Idul  Fitri setelah ia turun gunung pada 1961.

Masjid itu mulai dibangun 1951 atas prakarsa Teungku Muhammad Daud Beureueh. Setelah dinding masjid seukuran 80 cm dan pondasi siap, pembangunan masjid sempat terhenti selama 10 tahun, karena Tengku Daud Beureueh memilih naik gunung untuk memimpin Pemberontakan DI/TII di Aceh pada 20 September 1953.

Usai pemberontakan reda, Teungku Muhammad Daud Beureueh kembali mengajak masyarakat untuk melanjutkan pembangunan masjid yang sempat tertunda itu. Pada tahun 1963, masyarakat Pidie dan luar Pidie mengumpulkan bantuan untuk pembangunan masjid tersebut.

Pada 1954, di masid itu, Teungku Muhammad Daud Beureueh berdiri di atas mimbar sebagai Khatib Salat Idul Fitri. Ia juga bertindak sebagai imam Salat Idul Fitiri hari itu.

“Tak ada yang bernilai dan yang baik dapat diperoleh tanpa perjuangan. Melalui perjuangan kita belajar dan oleh sebab itu kita mampu menguasai cita-cita kita,” kata Teungku Muhammad Daud Beureueh, sebagaimana dikutip dari The Rope of God.

James T Siegel, dalam The Rope of God, juga menuliskan, pada akhir khutbahnya, Teungku Muhammad Daud Beureueh berujar, “Ingat, Anda orang Aceh, negeri bangsawan yang mewarisi semangat Teungku Tjihk di Tiro. Jangan khianati bangsamu tapi berbaktilah.”

Baca juga:

Pada Mei 1978, Abu Beureueh diasingkan ke Jakarta oleh Pemerintah Orde Baru, yang sebagaimana dikutip dari Daud Beureueh Pejuang Kemerdekaan yang Berontak, untuk mencegah karismanya menggelorakan perlawanan rakyat Aceh”, dua tahun setelah Hasan Tiro mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Gunung Halimon.

Teungku Muhammad Daud Beureueh tutup usia pada umur 88 tahun pada tahun 1987. Ia dimakamkan tepat di belakang Masjid Baitul A'la Lilmujahidin. []

Komentar

Loading...