Pengembangan Garam Geomembran di Pijay Dinilai Mampu Dongkrak Pendapatan Petani Garam

·
Pengembangan Garam Geomembran di Pijay Dinilai Mampu Dongkrak Pendapatan Petani Garam
Kepala Dinas DKP Pidie Jaya Ir Kamaluddin (kanan) dan Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi (kiri) meninjau lokasi pengembangan garam geomembran di Gampong Lancang Paru. Kecamatan Bandar Baru, Pidie, Jaya, Selasa, 25 Juni 2019. (sinarpidie.co/M Rizal).

sinarpidie.co - Program Pengelolaan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mampu mendongkrak pendapatan masyarakat. Keuchik Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Jafaruddin mengatakan, dengan pengolahan garam terintegrasi atau geomembran ini para petani garam di gampong setempat mampu maraup omzet Rp 48 juta per bulan.

"Alhamdulillah dalam tiga bulan ini telah menghasilkan garam sebanyak 38 ton, untuk harganya Rp 3.800 per kilogram. Jika kita kalkulasi Rp 144 juta semuanya, berarti satu bulan dapat Rp 48 juta," kata Keuchik Lancang Paru, Jafaruddin, yang juga petani garam integrasi, Selasa, 25 Juni 2019.

Lanjutnya, melalui pengolahan garam modern tersebut, pendapatan pekerja atau buruh kasar bisa mencapai Rp 190 dan Rp 200 per hari.

"Sembilan hari mereka bekerja pada usaha garam saya, bisa memperoleh Rp 1,9 juta per pekerja," Ungkapnya

Dinilai berhasil dalam mendongkrak ekonomi masyarakat lewat program PUGaR pada 2018 di mana area usaha garam rakyat yang terintegrasi seluas 36 hektare dengan kucuran dana sebesar Rp 5,5 miliar, tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui APBN, menambah luas lahan seluas 158 hektare: di Kecamatan Bandar Baru 70 hektare, yang tersebar di Gampong Cut Nyong 28 hektare, Gampong Paru Keude 16 hektare, dan Gampong Paru Cot seluas 26 hektare.  Selanjutnya, di Gampong Peurade, Kecamatan Panteraja seluas 26 hektare dan di Gampong Cot Lheue Reng, Kecamatan Trienggadeng, seluas 29 hektare;  dan di Gampong Grong Grong Capa Kecamatan Ulim seluas 30 hektare.

"Semoga dengan bertambah lahan baru sebanyak 158 hektare bisa menjadikan Pijay sebagai lumbung  penghasil garam terbanyak di Pulau Sumatera," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pijay, Ir  Kamaluddin, Selasa 25 Juni 2019. "Ke depan kami mengupayakan agar garam hasil produksi Pijay  harus punya kemasan sendiri dan berlebel, sehingga harga nilai jual pun lebih tinggi."

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, kepada sinarpidie.co mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

"Kami terus berupaya untuk meningkat pendapatan ekonomi masyarakat, mudah-mudah program ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya angka kemiskinan, sebelumnya kita di urutan 4 atas termiskin, tahun depan bisa turun lagi," kata dia. []

Komentar

Loading...