Klik Tambang

Pengadaan 3 Unit Ambulance Rp 2 M di RSUD Teungku Abdullah Syafi’i Tuai Kritik

·
Pengadaan 3 Unit Ambulance Rp 2 M di RSUD Teungku Abdullah Syafi’i Tuai Kritik
Direktur RSUD Teungku Abdullah Syafi’i Pidie dr Aci Erfiyan.

sinarpidie.co--Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) sorot pengadaan 3 unit ambulance di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Abdullah Syafi yang tidak melalui e-catalog dan e-purchasing tapi melalui lelang elektronik.

Koordinator Bidang Anti Korupsi dan Monitoring Peradilan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Baihaqi mengatakan, e-catalog dibuat untuk mengendalikan harga dan untuk mewujudkan transparansi serta akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa.

“Pengadaan diluar e-catalog diperbolehkan bila barang yang akan dibeli tidak tersedia di e catalog,  harga barang di e-catalog jauh lebih mahal, dan barang yang dibutuhkan bersifat urgen dan sangat mendesak,” kata dia pada sinarpidie.co, Senin, 14 Oktober 2019.

Jika hal tersebut tidak terpenuhi, kata Baihaqi lagi, pengadaan yang dilakukan RSUD Teungku Abdullah Sayfi’i tersebut patut diduga terjadi permainan harga.

“Aparat penegak hukum sudah sangat patut melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya dugaan penyimpangan dalam hal permainan harga,” kata dia lagi.

Secara terpisah, Direktur RSUD Teungku Abdullah Syafi’i Pidie dr Aci Erfiyan mengatakan, keputusan untuk melakukan pengadaan 3 unit ambulance tersebut secara lelang elektronik karena ambulance tidak masuk ke dalam e-catalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tahun 2019.

“Kita menunggu e-catalog dari Januari hingga April 2019. Ternyata ambulance tidak masuk dalam e-katalog 2019. Setelah berkoordinasi dengan pihak LKPP, selanjutnya kita tempuh mekanisme pelelangan sebagaimana peraturan perundang-undangan yang ada,” kata dr Eci pada sinarpidie.co, Selasa, 15 Oktober 2019.

Ambulance tersebut, kata Eci, merupakan ambulance transport dengan spesifikasi yang standar Kemenkes RI.

Baca juga:

Penelusuran sinarpidie.co, perusahaan pengadaan ambulance minimal harus mengantongi Izin Usaha Karoseri Ambulance dari Kementerian Perhubungan dan Izin Penyalur Alat Kesehatan dari Kemenkes.

Pemenang tender proyek ini adalah CV. Ambulance Pintar Indonesia dengan nilai kontrak Rp 1.996.170.000.

Untuk diketahui, harga pasaran Toyota HI Ace Commuter Manual di Aceh adalah Rp Rp 486.800.000 dan HI Ace Premio 2.8 M/T Rp 520.800.000. []

 

 

Komentar

Loading...