Iklan Pemkab Pidie

Pendataan 19.118 Hektare Jaringan Irigasi Baro Raya Telan Rp 19,1 M

·
Pendataan 19.118 Hektare Jaringan Irigasi Baro Raya Telan Rp 19,1 M
Satu unit eksavator beroperasi untuk mengeruk pasir batu di bawah Jembatan Pintu Sa, Tiro. Foto direkam Selasa, 1 Januari 2019. Dok. LPDN.

sinarpidie.co—Jaringan irigasi Baro Raya, Pidie, akan direhabilitasi pada tahun anggaran 2019 ini. Pantauan sinarpidie.co pada laman LPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) anggaran untuk kegiatan tersebut senilai Rp 18,1 miliar dengan satuan kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I. Volume jaringan yang akan direhabilitasi 19.118 hektare.

Saat ini, proses tender telah memasuki tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Jumlah perusahaan yang telah mendaftar 58 perusahaan. Untuk kegiatan supervisi rehabilitasi jaringan irigasi Baro Raya pagu anggarannya senilai Rp 1,2 miliar.

Assisten Perencanaan Irigasi dan Rawa di SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I, Suprayitno, mengatakan, pengerjaan rehab-rekonstruksi untuk jaringan irigasi Baro Raya tersebut hanya sebatas pendataan kondisi jaringan irigasi tersebut.

“Contoh ada saluran yang rusak, kondisi debit air, jadi kita data kembali. Untuk pembangunan fisik kita usulkan mana saja yang kritis setelah data terbaru dan volume terbaru terkumpul,” kata dia pada sinarpidie.co via telepon selular, Selasa 26 Maret 2019.

Baca juga:

Irigasi Baro Raya merupakan salah satu daerah irigasi teknis. Sumber air untuk jaringan irigasi Baro Raya berasal Krueng Baro yang disadap melalui sebuah Bendung Saringan Bawah (Bendung Tyrool). []

Komentar

Loading...