Pencemaran Air Terjadi di 729 Gampong di Aceh

·
Pencemaran Air Terjadi di 729 Gampong di Aceh
Kepala BPS Aceh Wahyudin. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co--Pencemaran air terjadi di 729 gampong di Aceh. Di samping itu, pencemaran tanah terjadi di 52 gampong dan pencemaran udara terjadi di 642 gampong di provinsi paling barat Indonesia ini.

Demikian hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh pada 2018 lalu.

"Pendataan Podes 2018 menunjukkan bahwa masih banyak desa/gampong yang mengalami pencemaran lingkungan hidup di wilayahnya dalam setahun terakhir," kata Kepala BPS Aceh Wahyudin dalam keterangan tertulis yang dirilis pada 10 Desember 2018.

Bencana

Di samping itu, tercatat bencana masih menjadi masalah yang harus menjadi perhatian. Kejadian bencana terbesar adalah banjir, gempa bumi dan kekeringan, yaitu masing-masing sebesar 2.209 gampong, 1.962 gampong dan 744 gampong.

"Desa/Gampong yang mengalami kejadian bencana lainnya antara lain bencana tanah longsor sebanyak 361 desa/gampong, angin puyuh/puting beliung/topan sebanyak 183 desa/gampong, banjir bandang sebanyak 225 desa/gampong, kebakaran hutan sebanyak 103 desa/gampong, dan gelombang pasang laut sebanyak 137 desa/gampong," sebut Wahyudin.

Desa Berkembang, bukan mandiri

Berdasarkan hasil Podes 2018, tercatat 6.508 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa di Aceh. Podes juga mencatat sebanyak 289 kecamatan dan 23 kabupaten/kota.

Gampong-gampong tersebut dikategorikan dalam tiga status, yaitu Desa Mandiri, Desa Berkembang, dan Desa Tertinggal.

"Pada tahun 2018 ini, sebagian besar desa di Provinsi Aceh termasuk dalam kategori Desa Berkembang dan baru sebagian kecil desa yang termasuk dalam kategori Desa Mandiri. Meskipun demikian, jumlah desa yang termasuk dalam kategori Desa Mandiri ini sudah lebih banyak, yaitu bertambah 86 desa dari tahun 2014. Selain itu, Desa Tertinggal pada tahun 2018 juga sudah berkurang bila dibandingkan tahun 2014, yaitu berkurang sebanyak 1.223 desa," kata Wahyudin. [] 

Komentar

Loading...