Pembangunan Jembatan Rangka Baja Miro-Kumba Senilai Rp 13,9 M Diduga Bermasalah

·
Pembangunan Jembatan Rangka Baja Miro-Kumba Senilai Rp 13,9 M Diduga Bermasalah
Jembatan Rangka Baja Blang Miro-Kumba tahun anggaran 2018 yang bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK Reguler) Bidang Infrastruktur, yang tendernya dimenangkan PT. Suman Toko dengan nilai kontrak Rp 13,9 miliar, diduga bermasalah. (sinarpidie.co/Bob).

sinarpidie.co -- Pembangunan Jembatan Rangka Baja Blang Miro-Kumba tahun anggaran 2018 yang bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK Reguler) Bidang Infrastruktur, yang tendernya dimenangkan PT. Suman Toko dengan nilai kontrak Rp 13,9 miliar, diduga bermasalah.

Realisasi pengawasan pembangunan jembatan tersebut, yang dimenangkan CV. Kern Design Studio dengan nilai kontrak Rp 340 juta, diklaim 100 persen, namun realisasi keuangannya hanya 67, 26 persen.

Plh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya Rizal Fikar ST, mengatakan, alasan seretnya realisasi keuangan untuk pengawasan jembatan tersebut karena konsultan pengawas tidak memiliki personil yang memadai.

"Mereka jarang datang, karena tidak cukup personil, ya enggak mungkin kita bayar penuh,"kata Plh PU Pijay, Rizal Fikar ST, Rabu, 15 Mei 2019.

Amatan sinarpidie.co di lapangan, panjang jembatan rangka baja tersebut tak mencapai 70 meter sebagaimana yang tertera dalam kontrak. Padahal realisasi keuangan proyek tersebut  Rp 13.933.338.000 atau 99,52 persen dan realisasi fisiknya diklaim mencapai 100 persen. Selain itu, lantai jembatan hanya dicor dengan semen.  

"Aspal tidak masuk dalam RAB," kata Rizal Fikar. []

Komentar

Loading...