Peluang Usaha Budidaya Tamanan Rotan di Pidie Cukup Besar

·
Peluang Usaha Budidaya Tamanan Rotan di Pidie Cukup Besar
Pekerja di pabrik rotan di Bambi. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co-- Peluang usaha membudidayakan tanaman rotan di Pidie cukup menggiurkan.  PT Aida Rattan Industry, perusahaan yang berbasis di Cirebon, Jawa Barat, yang menyewa pabrik rotan milik Pemkab Pidie di Gampong Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, misalnya, membeli Rp 17 ribu per batang rotan dengan hitungan panjang material (rotan) 3 meter dan diameter 45 mm. 

"Kami menargetkan kapasitas produksi 7 ribu batang rotan per bulan, namun bahan baku yang tersedia hanya 2.500 batang per bulan. Hal itu disebabkan bahan baku rotan yang sedikit. Alasannya bahan baku jauh di dalam hutan. Dari jalan raya sekitar 13 km. Itu pun rotan-rotan tersebut harus memiliki surat atau legalitas. Kita butuh kualitas A. Kita ada yang A, B plus, B min. Mendapatkan A susah sekali. Karena untuk dapat yang A, rotannya harus yang 1-3 hari baru dipotong. Petani mengeluhnya di situ," sebut Egi Anjar, Section Head pada PT Aida Rattan Industry, Jumat, 16 Agustus 2019. 

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Saiful Bahri, mengatakan, tanaman tersebut merupakan komoditi kehutanan atau hasil hutan non-kayu.

"Artinya, untuk pengembangan komoditi tersebut kewenangan dinas kehutanan provinsi," kata Saiful Bahri pada sinarpidie.co, Selasa, 20 Agustus 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Ir Sahrial, mengatakan, pihaknya belum mencoba melakukan pengadaan bibit rotan sebagai salah satu tanaman kehutanan karena selama ini belum ada usulan dari masyarakat. 

"Hutan kita di Aceh memiliki potensi yang besar untuk budidaya rotan. Pemanfaatan rotan bisa melalui dua mekanisme. Pertama, melalui izin pemungutan hasil hutan bukan kayu," kata dia, Selasa, 20 Agustus 2019.

Kedua, kata dia, melalui skema perhutanan sosial dengan pola kerjasama di dalam kawasan hutan negara. "Jadi masyarakat dapat membudidayakan rotan di dalam hutan negara. Rotan mereka budidayakan secara baik kemudian mereka membayar iuran kepada pemerintah," katanya. "BUMG, misalnya, dapat bekerjasama dengan KPH untuk mengurus perizinan tersebut."

 

Komentar

Loading...