Kesenian rakyat

Pelopor Kesenian Rakyat di Pulo Seunong

·
Pelopor Kesenian Rakyat di Pulo Seunong
Kelompok Rapai Gunong Kubang Tujoh. Foto Ist.

sinarpidie.co--Rapai Daboh merupakan kesenian tradisional yang telah turun-temurun bertahan di Gampong Pulo Seunong, Kecamatan Tangse, Pidie.

Salah satu kelompok kesenian ini, yang hingga kini masih eksis di gampong tersebut, adalah kelompok Rapai Gunong Kubang Tujoh.

Kelompok ini sudah sering tampil pada even-even pergelaran kesenian dan kebudayaan tingkat daerah seperti di Pekan Kebudayaan Aceh.

Ketua kelompok Rapai Daboh Kubang Tujoh, Muhammad Ikbal, pada sinarpidie.co Sabtu, 24 Agustus 2019 mengatakan, kelompok rapai daboh ini sudah puluhan tahun berdiri.

Terdapat 22 anggota yang ambil bagian saat pertunjukan tersebut digelar.

“Menurut cerita orang-orang tua di sini, penamaan Rapai Gunong Kubang Tujoh ini, sejarahnya, dulu di Gampong Pulo Seunong, ada tujuh kubangan yang letaknya di antara pegunungan, di lokasi tersebut, warga selalu mendengar suara tabuhan rapai. Namun saat warga mencari asal suara itu, suara tabuhan rapai langsung tak terdengar lagi. Begitulah awal mula cerita sejarah penaman Rapai Daboh di Gampong Pulo Seunong,” kata  Muhammad Ikbal, pemuda berumur 20 tahun.

Saat pertunjukan, terdapat 17 penampil. Tiga di antaranya berperan sebagai syeh atau sebagai pemimpin syair. 

“Sebagian lagi berperan sebagai penabuh rapai sambil menyuarakan syair khusus dengan serentak yang diikuti suara tabuhan rapai. Sisanya melakoni tob daboh," katanya. "5 lagi sebagai cadangan."

Penampilan Rapai Daboh Gunong Kubang Tujoh dimulai dengan salawat, diiringi dengan suara tabuhan rapai. Setelah itu, pemeran tob daboh bersalaman dengan para penabuh rapai.  

Syeh melantunkan beberapa syair diiringi tabuhan rapai.

Saat syair itu disenandungkan, seorang pemeran tob daboh maju ke depan dengan mengambil sebilah pisau yang telah disediakan. Dengan mengguncang-guncangkan tubuh seakan seirama dengan tabuhan rapai, ia melakukan tob daboh atau menusuk diri di leher, kaki, perut dan wajah.

Hal itu dilakukan bergantian oleh masing-masing pemeran top daboh.

“Untuk mengasah ketrampilan tim, setiap seminggu sekali, kami mengadakan latihan, yang dipusatkan di rumah saya sendiri. Pihak Gampong Pulo Seunong juga banyak membantu untuk pengembangan Rapai Daboh ini,” kata M Ikbal, yang juga seorang syeh Rapai Daboh.

Untuk rapai, alat musik perkusi tradisional Aceh, ini, diproduksi sendiri.

"Kami menggunakan kulit kambing, karena, rapai yang terbuat dari kulit kambing suaranya lebih nyaring. Kemudian, pisau yang digunakan oleh pemeran tob daboh, itu menggunakan pisau khusus, tidak boleh digunakan sembarangan pisau," sebutnya. “Namun, kami masih kekurangan seragam tim, kadang saat tampil, baju dan celana kami tidak seragam." []

 

Komentar

Loading...