Serba-serbi ramadhan

Pedagang Ikan di Pasar Kota Bakti Sebut Proyek Revitalisasi Pasar Dikerjakan Asal Jadi

·
Pedagang Ikan di Pasar Kota Bakti Sebut Proyek Revitalisasi Pasar Dikerjakan Asal Jadi
Abdurrahman A Wahab, 60 tahun, menunjukkan kondisi bangunan drainase. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Pekerjaan konstruksi revitalisasi pasar ikan Kota Bakti pada tahun anggaran 2018 dinilai dikerjakan asal jadi. Alih-alih setelah dibangun pasar bisa berfungsi dengan lebih baik, namun kenyatannya para pedagang ikan di pasar tersebut malah mengeluh dan berharap Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinsperindagkop dan UKM) Pidie dan rekanan bertanggungjawab atas bangunan yang dinilai gagal bangun tersebut.

Salah seorang pedagang ikan di pasar tersebut, Abdurrahman A Wahab, 60 tahun, juga mengharapkan Dinsperindagkop dan UKM atau kontraktor mau melakukan perbaikan terhadap beberapa items yang tidak berfungsi setelah direhab, seperti saluran drainase dan konstruksi lantai yang mudah digenangi air.

“Ini harapan kami sebagai pedagang, untuk segera dilakukan perbaikan, sebelum direhab drainase bisa mengalirkan air dengan lancar,” ujarnya pada sinarpidie.co, Senin, 11 Maret 2019 lalu.

Razali, 53 tahun, juga mengungkapkan hal yang sama.

“Penutup saluran itu seharusnya dibuat dengan bisa diangkat agar mudah melakukan pembersihan sampah yang masuk. Kemudian besi penutup yang digunakan ini bisa membuat anak-anak tergelincir kakinya. Ini bukan saya mengada-ngada, tapi begini keadaan sebenarnya. Coba Anda lihat sendiri di beberapa bagian lantai yang bisa tergenang air. Sebelumnya, saluran di pasar ini berfungsi dengan bagus. Sekarang sudah tidak berfungsi dibuatnya. Kalau orang jualan setelah siang sudah banyak nyamuk, karena banyak sampah yang menumpuk di dalam saluran,” katanya, menjelaskan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Pidie, Idham, mengatakan bangunan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Dan sudah kami panggil rekanan untuk diselesaikan. Dalam minggu depan sudah dikerjakan lagi saluran drainase tersebut. Items-items yang dikerjakan oleh rekanan sudah sesuai dengan kontrak. Dalam gambar, kedalaman drainase 50 cm. Sebenarnya untuk apa terlalu dalam. Mengenai lantai yang tergenang air, ya memang seperti itu di gambar,” katanya pada sinarpidie.co, Jumat, 15 Maret 2019.

Pasca-rehabilitasi bangunan, para pedagang ikan di pasar tersebut mulai menempati pasar tersebut semenjak tanggal 3 Januari 2019.

Revitalisasi pasar ikan Kota Bakti (DAK) ini menelan anggaran senilai Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Perdagangan. Proyek ini dimenangkan oleh CV. Julia Jaya yang berkantor di Jl. Perdagangan No. 53 Kramat Dalam Kota Sigli.

Komentar

Loading...