Pabrik Rotan milik Pemkab Pidie Terbakar

·
Pabrik Rotan milik Pemkab Pidie Terbakar
Pabrik rotan Pemkab Pidie terbakar. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Pabrik pengolahan rotan modern milik Pemkab Pidie di Gampong Bambi Peunayong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie,  Rabu, 20 Agustus 2019, sekitar pukul 12.45 WIB, terbakar.

Amatan sinarpidie.co, Sabtu, 24 Agustus 2019, bagian yang terdampak akibat kebakaran tersebut yakni, beberapa unit kursi dan meja yang terbuat dari rotan yang tertumpuk pada sisi kiri depan pabrik  dan gudang penyimpanan atau ruang pengering rotan yang sudah dipoles.

Section Head pada PT Aida Rattan Industry, yang menyewa pabrik tersebut, Egy Anjar, 26 tahun, mengatakan, penyebab kebakaran tersebut akibat terjadi konlseting listrik.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian tersebut para pekerja sedang istirahat. Api berasal dari ruang gudang. Tiba-tiba api membesar. Sekitar 15 menit kemudian awak pemadam datang dengan tiga armada untuk membantu memadamkan api, proses pemadaman berlangsung sekitar 50 menit,” kata Egy.

Kata Egy lagi, ia menaksir secara umum perkiraan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 500 juta.

"3 unit mesin poles dan 1 unit mesin pitrit rusak karena terbakar. Beberapa kursi dan meja yang sudah jadi juga terbakar. Lalu, ratusan batang rotan yang sudah jadi juga terbakar dan ada beberapa bagian gudang yang harus diperbaiki akibat kebakaran tersebut. Kami bertanggung jawab atas musibah kebakaran ini dan akan memperbaikinya seperti semula lagi," kata dia.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian pada Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Pidie, Dra Mardaini, mengatakan pihaknya masih mencatat total kerugian akibat kebakaran tersebut.

Baca juga:

Kata dia lagi, pabrik tersebut, yang seharusnya menjadi aset tetap Pemkab Pidie, belum tercatat dalam neraca aset SKPD, sehingga nilai dan volumenya tidak diketahui hingga sekarang.

"Mesin-mesin masih aset Kementerian Perdagangan. Belum dihibahkan pada Pemkab Pidie," kata dia, Minggu, 25 Agustus 2019. []


 

Komentar

Loading...