Nelayan Pasi Aron Minta Pemkab Pijay Bangun PPI

·
Nelayan Pasi Aron Minta Pemkab Pijay Bangun PPI
Nelayan Pasi Aron. (sinarpidie.co/M. Rizal).

sinarpidie.co -- Nelayan Pasi Aron, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, meminta pada Pemkab Pidie Jaya agar Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dibangun. Pasalnya, selama ini, nelayan di sana harus mendaratkan ikan hasil tangkapan mereka di bibir pantai.

Pantauan sinarpidie.co,  sejumlah nelayan boat labi-labi (boat pukat) menurunkan ikan hasil tangkapan mereka dengan ditarik oleh beberapa orang pekerja ke darat menggunakan tali.

Sesampai di darat, para pekerja mengangkatnya ke atas gerobak tradisional untuk selanjutnya dipasarkan.

"Terpaksa harus dengan cara begini dari dulu, karena tidak ada PPI," kata salah satu nelayan Pasi Aron, Nurdin, Selasa, 25 Juni 2019.

Pj Abu Laot Pasi Aron, Abdullah, 60 tahun, mengatakan, nelayan setempat sudah mengusulkan pengerukan kuala  dan pembangunan sebuah PPI sejak 2008.

"Semenjak 2008 kami sudah ajukan proposal, jika tidak salah sudah 5 kali kurang lebih, bahkan ada pegangan sama camat satu eks," katanya. "Memang kualanya pernah dikeruk tapi tertimbun lagi sebab tidak dibangun batu pemecah ombak atau Jetty, sehingga boat yang besar tidak bisa masuk muara karena kandas." 

Kadis Perikanan dan Kelautan Pijay, Kamaluddin mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kegiatan pembuatan PPI tersebut semenjak 2015 bersama komisi IV DPR RI ke Kementerian Keluatan dan Perikanan.

"Mereka berjanji akan mengangarkan uang sebanyak Rp 300 miliar, akan tetapi janji tersebut kini isapan jempol belaka," katanya, Selasa, 25 Juni 2019. "DED, perencanaan, lengkap semua. Sudah kita usulkan. pada tahun 2015 ada 18 orang anggota DPR RI turun kemari. Mereka berjanji di hadapan masyarakat akan mengganggarkan Rp 300 miliar. Kita tagih sampai hari ini belum juga ada, tapi kita tidak menyerah dan berhenti. Selalu kita tagih."

Terpisah, Wakil Bupati Pidie Jaya H Said Mulyadi SE MSi mengatakan, untuk pembangunan PPI dan Jetty di Pasi Aron Jangka Buya, membutuhkan anggaran puluhan miliar dan hal itu sulit terealisasi jika hanya mengandalkan APBK Pidie Jaya.

"Di situ memang ada beberapa kali dilakukan pengerukan kuala. Memang tidak efektif lantaran tidak permanen. Untuk pembangunan permanen tidak mungkin kita gunakan APBK, sehingga ini sudah kita usul ke provinsi dan kementerian. Mudah-mudahan dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan," kata Said Mulyadi. []

Komentar

Loading...