Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia saat Melaut, Sejauh Mana Program Asuransi Nelayan di Pidie Berjalan?

·
Nelayan Ditemukan Meninggal Dunia saat Melaut, Sejauh Mana Program Asuransi Nelayan di Pidie Berjalan?
Sampan milik Zulkifli. Foto Ist.

sinarpidie.co—Seorang nelayan asal Gampong Kuala Pasi Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Zulkifli, 45 tahun, ditemukan tidak bernyawa di sekitar pantai di Gampong Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Kamis,  4 Juli 2019.

Penemuan tersebut awalnya diketahui oleh rekan Zulkifli, Tgk Abdurrahman. Saat ditemukan kondisi korban sudah terapung di dekat sampan yang semula digunakannya untuk menangkap ikan.

Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kapolsek Kota Sigli, AKP T Muhammad, mengatakan, pihaknya bersama warga dan Satpolairud membawa korban ke Puskesmas Pembantu (Pustu) di gampong setempat. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Korban dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan medis. Lalu korban diserahkan ke pihak keluarga untuk kebumikan, “ kata AKP T Muhammad.

Menurut keterangan pihak keluarga, kata AKP T Muhammad, dalam beberapa hari terakhir korban memang sedang kurang sehat namun tetap pergi melaut.

Asuransi nelayan

Pemerintah telah merealisasikan program asuransi bagi nelayan di Indonesia sebagaimana amanah UU Perlindungan Nelayan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016. Nilai manfaat per nelayan berupa santunan kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta (apabila meninggal dunia), Rp 100 juta (apabila menyebabkan cacat tetap), dan Rp 20 juta (untuk biaya pengobatan).

Nelayan tidak dibebankan biaya, baik saat mendaftar maupun biaya bulanan, karena premi tersebut sudah dibayarkan pemerintah melalui kerja sama Kementrian Perikanan RI dengan Asuransi Jasindo.

 “Ada beberapa persyaratan klaim, seperti pernyataan ahli waris, keterangan dari keuchik, dan ada kartu nelayan. Ada beberapa nelayan yang sudah melakukan klaim asuransi tersebut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Ir Tarmizi, Jumat, 5 Juli 2019.

Kata Ir Tarmizi, alokasi nelayan di Pidie yang bisa mengakses asuransi tersebut dalam dua tahun belakangan berkisar 5000-an nelayan. “Yang telah mendaftarkan diri baru sekitar 1000-an,” kata Ir Tarmizi. []

Komentar

Loading...