Banner Stunting

Meskipun Surplus di Pasaran, Harga Komoditas Sayuran Ini Alami Kenaikan

Meskipun Surplus di Pasaran, Harga Komoditas Sayuran Ini Alami Kenaikan
Muhammad Zulfan, 22 tahun, salah seorang pedagang komoditas sayuran dan rempah-rempah di Pasar Pante Teungoh Sigli, Pidie. (sinarpidie.co/Candra Saymima).

sinarpidie.co--Sejumlah komoditas sayuran seperti kol, tomat, kentang, dan wortel, di tingkat grosir mengalami kenaikan harga meskipun komoditas tersebut surplus di pasaran. Lonjakan harga tersebut mencapai 20, 50 hingga 300 persen dari harga normal.

Harga kol yang sebelumnya Rp 2 ribu menjadi 3 ribu per buah, kentang dari 5 ribu menjadi Rp 6 ribu per kilogram, tomat dari Rp 2 ribu menjadi 6 ribu per kilogram, dan wortel dari 80 ribu menjadi 120 ribu per kilogram.

Hal itu dikatakan Anita, 42 tahun, pemilik salah satu kedai grosir di Pasar Pante Teungoh Sigli, Pidie, pada sinarpidie.co, Rabu, 23 Mei 2018.

“Sehari-hari, saya memasok kebutuhan tersebut dari Takengon, Aceh Tengah,” kata Anita. "Di tingkat pengecer, barang berlimpah mengakibatkan harga tidak melonjak tinggi walau ada sedikit kenaikan.”

Di tingkat pengecer, berdasarkan pantauan sinarpidie.co di Pasar Pante Teungoh Kota Sigli Pidie, harga tomat dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu dan bawang bombay dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu. Kentang Rp 7 ribu per kilogram (tetap).

“Walau komoditas barang berlimpah, tapi harga tetap tidak turun, karena harga di grosir tidak turun,” kata Muhammad Zulfan, 22 tahun, salah seorang pedagang komoditas sayuran dan rempah-rempah di pasar tersebut.

Sementara itu, di tingkat grosir harga cabai, yang pada H -2 Ramadhan mengalami kenaikan yang signifikan, kembali normal. Sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram (-50%) dan cabai merah dari Rp 30 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram (-33%). Di lain pihak, di tingkat pengecer, harga cabai hijau dan cabai merah, dari Rp 35 ribu menjadi Rp 18-20 ribu per kilogram (-50%). Harga tersebut turun pada H + 2 Ramadhan. []

Komentar

Loading...