Iklan Pemkab Pidie

Meski Baru Panen Raya, Harga Beras di Pidie Masih Melambung

Meski Baru Panen Raya, Harga Beras di Pidie Masih Melambung
Aktivitas bongkar-muat padi di kilang padi lokal di Gampong Pante Kureung, Kecamatan Sakti, Juli 2018 lalu. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co—Pidie baru saja melewati panen raya musim tanam rendengan pada awal Mei 2019. Namun, hal itu tak membuat harga beras di pasar grosir turun. Sebaliknya, harga beras cenderung naik. Di pasar, harga beras premium naik menjadi Rp 150 ribu-Rp 160 ribu per zak 15 kilogram, dari harga sebelumnya Rp 130 ribu-Rp 135 ribu per zak.

M. Yasir, pemilik kilang padi di Gampong Dayah Tuha Batee, Kecamatan Batee, Pidie mengatakan, dirinya membeli gabah kering panen dari petani seharga Rp 5.000-Rp 5.200  per kilogram.

“Kalau harga gabah kering giling antara Rp 5.500 - Rp 5.800 per kilogram. Pabrik saya sudah beroperasi sekitar 10 tahun. Sehari-hari saya membeli gabah di Reubee. Ada juga yang bawa kemari. Rendengan kemarin tidak ada padi di gampong kami, karena tidak hujan. Irigasi tidak ada. Padahal padi di daerah ini bagus. Di sini kalau tidak hujan ya tidak bisa padi,” kata dia pada sinarpidie.co, Rabu, 22 Mei 2019.

Tolak berikan data

Baik Kepala Dinas Pertanian Pidie Ir Syarkawi maupun Kepala Bidang (Kabid) Produksi pada Dinas Pertanian Pidie Suardi menolak memberikan data terkait hasil produksi gabah di Pidie pada panen rendengan lalu dan data luas tanam.

“Kami tidak bisa memberikan data tanpa izin kepala dinas,” kata Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian Pidie, Suardi, Rabu, 22 Mei 2019.

“Data itu dengan bawahan saya,” kata Kepala Dinas Pertanian Pidie Ir Syarkawi.

Koordinator data pada Dinas Pertanian Pidie Samsidar mengatakan, untuk data hasil produksi gabah di Pidie lebih valid di BPS. “Dibilang kadis, setiap data yang diberi harus ada izin kadis,” kata dia.

Pada musim tanam rendengan tahun lalu, hasil produksi gabah di Pidie sebesar 189,546 ton dengan luas areal tanaman padi 27, 078 hektare.

“Data tersebut diambil berdasarkan sampel ubinan yang dikirim oleh menteri tani per kecamatan. Sampel ubinan yang diambil dengan luas dua meter persegi untuk dikalkulasikan dengan hasil satu hektare luas tanah. Jadi hasil rata-rata per hektare adalah 7 ton,” kata mantan Kepala Bidang (Kabid) Produksi pada Dinas Pertanian dan Pangan Pidie Hasballah SP MM, Rabu, 7 Maret 2018 lalu. []

Komentar

Loading...