Meski Anggaran yang Gelontorkan Jor-joran, Waduk Rajui Belum juga Berfungsi

·
Meski Anggaran yang Gelontorkan Jor-joran, Waduk Rajui Belum juga Berfungsi
Waduk Rajui. Sumber foto: Safariku.

sinarpidie.co—Waduk Rajui merupakan proyek multiyears yang dikerjakan sejak tahun 2010 hingga 2019, namun hingga kini waduk tersebut belum berfungsi untuk mengairi persawahan petani.

Bersumber dari APBN, dalam kurun waktu 2010 hingga 2012 proyek tersebut telah menguras anggaran senilai Rp 99,2 miliar dengan rincian tahun anggaran 2010 Rp 4 miliar, tahun anggaran 2011 Rp 46,9 miliar, dan pada tahun anggaran 2012 Rp 48,2 miliar.

Data yang dihimpun sinarpidie.co, pada tahun anggaran 2016, penyusunan dokumen AMDAL dan LARAP Rajui menelan anggaran Rp 1,9 miliar. Lalu sertifikasi operasional Waduk Rajui menguras anggaran senilai Rp 950 juta.

Pada tahun anggaran 2017, pengerukan sedimen Bendungan Rajui menghabiskan anggaran sebesar Rp 9,4 miliar. Pengadaan dan pemasangan hollowjet Bendungan Rajui Rp 3 miliar, pembangunan kontruksi saluran air Rajui 3.500 hektare tahap I Rp 106,8 miliar sedangkan supervisi kegiatan tersebut Rp 5,6 miliar; dan pembuatan pagar pengaman areal Bendungan Rajui Rp 3 miliar.

Pada tahun anggaran 2018, terdapat pula kegiatan penyiapan dan penetapan izin operasi bendungan. Pada 2019, pagu anggaran untuk pengamanan Longsoran Bendungan Rajui Rp 7 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Muhammad Ridha SSos MSi mengatakan, saat ini pengerjaan jaringan irigasi masih dilakukan agar waduk tersebut fungsional.

“Jika yang dibangun hanya waduk saja tanpa jaringan maka waduk tersebut tidak bisa fungsional,” kata dia.

Bappeda Pidie, kata Muhammad Ridha lagi, juga sedang menginventarisir semua paket pekerjaan baik yang bersumber dari APBA maupun APBN agar pembangunan di Pidie tidak tumpang-tindih dengan APBK Pidie.

“Konsep perencanaan harus terpadu atau adanya sinkronisasi agar tidak overlapping dan untuk memastikan adanya keterpaduan,” kata dia. []

Komentar

Loading...