Serba-serbi ramadhan

Liputan khusus mengakali makanan di panti asuhan

Mengakali Pengadaan Makanan di Panti Asuhan

·
Mengakali Pengadaan Makanan di Panti Asuhan
Anak-anak di panti asuhan sedang menyantap makan siang, Sabtu, 9 Maret 2019. (sinarpidie.co/Wahyu Puasana).

Yang terungkap di panti tersebut bertolakbelakang dengan items-items di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial (Dinsos) Pidie. Jika per hari pengadaan makanan di panti tersebut hanya Rp 500 ribu, maka per bulan Rp 15 juta. Dengan kata lain, untuk setahun hanya Rp 180 juta. Selisih begitu jauh dengan pagu anggaran Dinsos senilai Rp 500 juta.

sinarpidie.co—Satu per satu anak-anak Panti  Asuhan Penyantunan Islam Bambi, Pidie mulai pulang sekolah. Di depan asrama, terlihat beberapa anak sedang bermain kelereng. Ada juga yang bertelanjang dada dengan handuk di pinggang. Sejurus kemudian, mereka ke kamar mandi.

Di sisi kiri dan kanan, berdiri dua bangunan Panti Asuhan Penyantunan Islam Bambi, Pidie, dengan kantor staff di tengah-tengahnya.

Di belakang kantor, ada beberapa bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal pengasuh panti, juru masak dan juga dapur.

Di dapur terlihat Marsinah sedang menggoreng ikan. “Hari ini ikan bandeng, tidak ada ikan soalnya, kalau tongkol sudah sering,” kata perempuan 38 tahun itu kepada sinarpidie.co, Sabtu, 9 Maret 2019.

Selain menggoreng ikan, daun ubi tampak sudah selesai direbus Marsinah.

“Kalau itu untuk terasi,” katanya sambil menunjuk wajan daun ubi.

Ia sudah bekerja selama kurang lebih dua tahun sebagai juru masak di panti tersebut. Selama ini, ia bekerja ditemani suami dan anaknya.

“Suami membersihkan ikan, kalau anak saya nyuci piring,"  kata dia.

Sambil mengangkat ikan dari wajan, Marsinah menjelaskan daftar-daftar menu yang ia masak setiap harinya.

“Kalau menu sesuai di daftar, tapi sesekali kita tukar, misalnya pagi selalu telur, kita ganti buat malam,” ungkapnya.

Setiap harinya, ia memasak makanan untuk 75 anak-anak panti dengan honor Rp 600 ribu per bulan. Untuk makanan pagi ia sudah mulai memasak sejak pukul lima subuh.

“Sehari lima ratus ribu untuk belanja,” kata dia, “kalau uang makan diambil kesana (Dinas Sosial—red) sama bendahara,” kata dia.

Selain nasi, ada ikan dan lauk. Sesekali  anak-anak panti juga disediakan daging dan buah-buahan sebagai menu pelengkap.

“Kalau daging sepuluh hari sekali, buah-buahan kadang-kadang setiap hari, kadang-kadang tidak. Kolak sepuluh hari sekali, kalau bubur dua kali dalam sepuluh hari. Ada susu juga 10 hari tiga kali,” jelasnya.

Di halaman depan panti terlihat Junaidi dan Yazid sedang merebahkan badan di sebuah balai. Keduanya masih belum menanggalkan baju sekolah.

“Sudah dua tahun lebih di sini,” kata Junaidi.

Saat disinggung tentang menu makanan, keduanya memasang wajah datar.

“Selalu tongkol sama telur,” ungkap Yazid, “Kalau daging sepuluh hari sekali, daging ayam, sesekali ada juga kambing dikasih orang.”

Sementara itu, perihal buah-buahan, mereka hanya mengatakan empat variasi buah-buahan.

“Pisang, mentimun, semangka, sesekali nanas,” ungkap Yazid.

Sementara itu, M Nurdin, 53 tahun, pengasuh di panti tersebut mengatakan, ia tidak mengetahui teknis pencairan dana pengadaan makanan di panti tersebut.

“Setahu saya, uang itu diamprah, kalau untuk honor pengasuh tiga ratus lima puluh,” kata pengasuh yang sudah bekerja di tempat itu selama hampir tujuh tahun, itu.

Yang terungkap di panti tersebut bertolakbelakang dengan items-items di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Sosial Pidie. Jika per hari pengadaan makanan di panti tersebut hanya Rp 500 ribu, maka per bulan hanya Rp 15 juta. Dengan kata lain, untuk setahun hanya Rp 180 juta.

Baca juga:

Belanja bahan makanan untuk kebutuhan 75 anak asuh selama 12 bulan pada tahun 2018 di Panti Asuhan Penyantunan Islam Bambi tersebut senilai Rp 500.180.250, yang  terdiri dari beras, 75 orang x 0,4 kg x 365 hari; Ikan basah 525 kg x 12, daging 15 kg per bulan.

Lalu, minyak makan 2 kg x 365 hari, gula pasir 3 kg x 365 hari, ikan asin 5 kg x 12 bulan, Ikan teri 6 kg x 12 bulan, udang 24 kg x 12 bulan, telur ayam 450 butir x 12 bulan, sayuran 230 kg x 12 bulan.

Kemudian, telur asin 225 butir x 12 bulan; Kelapa 90 butir x 12 bulan, kerupuk melinjo 12 kg x 12 bulan, belacan 225 buah x 12 bulan, bumbu ikan 36 kg x 12 bulan, buah-buahan 60 kg x 12 bulan, kue 640 potong x 12 bulan, jeruk manis 60 kg x 12 bulan.

Pengadaan makanan tidak melalui proses tender, tetapi kegiatan tersebut dilakukan melalui swakelola oleh Dinas Sosial Pidie.

Hingga berita ini diturunkan, sinarpidie.co belum memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Sosial Pidie Drs Malek Kasem. [] 

Komentar

Loading...