Serba-serbi ramadhan

Kursi di DPRK Pidie

Menerapkan Metode Sainte Lague di Dapil 2 DPRK Pidie sebagai Ilustrasi

·
Menerapkan Metode Sainte Lague di Dapil 2 DPRK Pidie sebagai Ilustrasi
Penghitungan dan rekap suara tingkat TPS. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

sinarpidie.co--Jumlah kursi yang tersedia untuk DPRK Pidie sebanyak 40 kursi yang dibagi dalam 5 dapil dari 23 kecamatan dengan masing-masing dapil mendapat 8 kursi. 40 kursi tersebut diperebutkan 593 caleg DPRK Pidie.

Tercatat 17 Parpol yang ikut serta dalam Pileg DPRK Pidie 2019 ini.  Namun, tak semua parpol yang jadi kendaraan para caleg ke Gedung DPRK Pidie bisa lolos meskipun sang caleg sebenarnya mendapat suara dominan di partainya.

Untuk DPR RI, suara partai yang tak mencapai ambang batas 4 persen tak akan dihitung dalam penentuan lolos-tidaknya caleg di DPR. Namun, hal itu tak berlaku bagi caleg DPR Aceh dan DPRK. Suara sah yang masuk bagi partai politik di Pidie akan tetap dihitung sebagai rujukan wakilnya bisa duduk di parlemen atau tidak.

Pertama jumlah total suara sah tiap partai pada dapil. Lalu, suara sah setiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

Berikut ilustrasinya:

Dapil 2 DPRK Pidie (Indrajaya 16.221 pemilih dalam DPT), Mutiara (14.396 pemilih dalam DPT), Peukan Baro (14.164 pemilih dalam DPT), dan Simpang Tiga (16.019 pemilih dalam DPT). Jumlah kursi 8 kursi di DPRK Pidie.

1. Total suara yang diperoleh Partai A 30.000 suara.

2. Partai B meraih 9.500 suara.

3. Partai C meraih  8.000 suara.

4. Partai D meraih 6.000 suara.

5. Partai E 3000 suara.

Maka kursi pertama didapat dengan pembagian 1.

1. Partai A 30.000/1 = 30.000

2. Partai  B 9.500/1 = 9.500

3. Partai C 8.000/1 = 8.000

4. Partai D 6.000/1 = 6.000

5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Jadi kursi pertama adalah milik partai A dengan 30.000 suara.

Untuk kursi kedua

Karena A tadi sudah menang pada pembagian 1, selanjutnya A  akan dibagi 3, sedangkan yang lain masih dibagi 1.

Perhitungan kursi ke-2 adalah:

1. Partai A 30.000/3 = 10.000

2. Partai B 9.500/1 = 9.500

3. Partai C 8.000/1 = 8.000

4. Partai D 6.000/1 = 6.000

5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka Partai mendapatkan kursi kedua di Dapil tersebut Partai A dengan 10.000 suara.

Kursi ketiga

Partai A yang sudah mendapatkan dua kursi dengan dibagi 1 dan 3 selanjutnya akan dibagi dengan angka 5, sedangkan suara partai lain masih dengan pembagian 1.

1. Partai A 30.000/5 = 6000

2. Partai B 9.500/1 = 9.500,

3. Partai C 8000/1 = 8.000

4. Partai D 5.000/1 = 5.000

5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Partai B mendapatkan kursi ketiga dengan 9.500 suara.

Perhitungan suara untuk kursi keempat, A dibagi 5, sedangkan B dibagi 3. C, D, dan E dibagi 1 karena belum memperoleh kursi.

1. Partai A 30.000/5 = 6000

2. Partai B 9.500/3 = 3.166

3. Partai C 8.000/1 = 8.000

4. Partai D 5.000/1 = 5.000

5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka kursi keempat adalah milik C dengan 8000 suara.

Masuk ke kursi kelima

Partai A dibagi dengan angka 5. Sedangkan Partai B dan Partai C dibagi angka 3. D dan E masih dibagi 1.

1. Partai A 30.000/5 = 6000.

2. Partai B 9.500/3 = 3.166

3. Partai C 8.000/3 = 2.666

4. Partai D 5.000/1 = 5.000

5. Partai  E 3.000/1 = 3.000

Maka, partai A mendapatkan kursi kelima dengan 6.000 suara.

Kursi keenam. A dibagi 7 karena pembagian 1,3 dan 5 telah menghasilkan kursi. B dan C dibagi 3. D dan E masih dibagi 1.

1. Partai A 30.000/7 = 4.285

2. Partai B 9.500/3 = 3.166

3. Partai C 8.000/3 = 2.666

4. Partai D 5.000/1 = 5.000

5. Partai  E 3.000/1 = 3.000

Di sini Partai D mendapat kursi karena suaranya 5000.

Kursi ketujuh, A dibagi 7. B, C, D dibagi 3. Partai E masih dibagi 1.

1. Partai A 30.000/7 = 4.285

2. Partai B 9.500/3 = 3.166

3. Partai C 8.000/3 = 2.666

4. Partai D 5.000/3 = 1.666

5. Partai  E 3.000/1 = 3.000

Maka, partai B mendapat kursi dengan 3.166 suara.

Kursi terakhir (8), A dibagi 7. Partai B dibagi 5. C, D dibagi 3. E dibagi 1.

1. Partai A 30.000/7 = 4.285

2. Partai B 9.500/5 = 1.900

3. Partai C 8.000/3 = 2.666

4. Partai D 5.000/3 = 1.666

5. Partai  E 3.000/1 = 1.000

Partai A kembali mendapatkan kursi dengan suara 4.285.

Berdasarkan ilustrasi atau contoh perhitungan suara di atas, 8 kursi di dapil tersebut didapatkan Partai A 4 kursi, B 2 kursi, C 1 kursi, D 1 kursi, dan E 0 kursi.  Jumlah kursi yang didapat partai diisi oleh caleg dengan suara terbanyak secara berurutan. []

Komentar

Loading...