Laporan mendalam

Mencari Keberadaan Sapi Betina Rp 421 juta di Gampong Pohroh

·
Mencari Keberadaan Sapi Betina Rp 421 juta di Gampong Pohroh
Gapura Kawasan Peternakan Gampong Pohroh. (sinarpidie.co/Firdaus).

sinarpidie.co—Puluhan warga Gampong Pohroh, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, duduk melingkar di atas kursi-kursi yang sebelumnya tergeletak di sebuah kedai kopi di gampong setempat, Jumat, 11 Januari 2019. Raut wajah mereka nampak serius.

“Saya tidak terlibat dalam kelompok ternak itu,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Pohroh, Mulyadi. “Saya tidak diberitahukan oleh keuchik dan pengurus kelompok tentang sapi-sapi itu. Yang saya tahu saat diundi. Tapi saya tidak tahu, berapa ekor dan lain sebagainya.”

Ia merinci nama-nama anggota kelompok tani penerima bantuan sapi yang mampu ia ingat. “Muhammad Isa, Safwan, dan Khalid M Nur,” sebutnya. “Sapi desa yang dibeli dengan dana desa 30 ekor. Ada yang di atas (kandang di Cot Tikoh) dan ada di bawah (dipelihara warga di bawah-red). Kalau sapi dinas saya tidak tahu di mana.”

Nurdin, 43 tahun, warga Gampong Pohroh, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, mengatakan, suatu ketika ia membawa mugee atau agen sapi yang rencananya hendak membeli sapi-sapi itu.

Sang mugee menaksir sapi-sapi itu dengan harga Rp 5 juta.

“Tiga mobil pick up naik ke atas (Cot Tikoh-red). Sapi dibagi-bagi langsung di situ. Ada yang satu sapi untuk tiga orang, satu sapi untuk lima orang,” kata Nurdin.

“Kalau lima juta saya tidak bisa ambil. Karena kondisi sapi tak seharga itu. Kurus sapi itu. Ada yang minta Rp 3 juta. Ada yang minta Rp 2,8 juta. Saya ambil Rp 4,2 juta. Saya tidak ada nama dalam kelompok itu. Maka saat dijual, ya saya beli. Dapat dikatakan kelompok siluman, karena ada yang satu ekor sapi sendiri, ada yang satu ekor sapi tiga orang. Satu sapi lima belas orang,” kata Muksin, warga Gampong Pohroh. “Sekarang, sapi-sapi bantuan itu tak ada lagi jejak.”

Ketua Pemuda Gampong Pohroh M jefri mengatakan, sapi-sapi bantuan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya diduga hanya dua hari berada di Gampong Pohroh. “Setelah itu dijual. Nama gampong hanya dicatut saja,” kata M Jefri.

Di lain pihak, Keuchik Gampong Pohroh Muhammad Yahya membenarkan, dalam satu ekor sapi dikelola oleh lima hingga sepuluh orang.

Keuchik Gampong Pohroh Muhammad Yahya. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

“Nama kelompok, Kelompok Tani Lhok Burong. Jumlah sapi bantuan dinas 32 ekor. Jumlah sapi yang dibeli dengan dana desa 31 ekor. Posisi 31 sapi yang dibeli dengan dana desa ada di kandang desa di Cot Tikoh, sedangkan sapi dinas ada di Lhok Burong. 15 ekor di Lhok Burong. Sebagian sama warga di bawah. Empat ekor sapi dinas sudah mati karena kena listrik babi,” kata dia, Sabtu, 12 Januari 2019 di Meureudu.

Baca juga:

Pada tahun anggaran 2017, CV. Meurah Setia Persada memenangkan pengadaan 50 ekor sapi lokal untuk kelompok tani di Gampong Pohroh dengan nilai kontrak Rp 421.000.000. Satuan Kerja (Satker) pengadaan 50 ekor sapi lokal tersebut: Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya.

“Pengadaan memang 50 ekor, tapi yang dibagi untuk Gampong Pohroh 32 ekor,” kata Kabid Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya Teuku Muhammad Daud SPt, via telepon salular, Sabtu, 12 Januari 2019. “Selebihnya untuk kelompok di gampong yang lain. Kelompok dan gampong yang mana saja, Senin, nanti kita cek.”

Data yang dihimpun sinarpidie.co, 50 ekor sapi tersebut semestinya dibagikan pada kelompok tani di Gampong Pohroh.

Di samping itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya juga memiliki kegiatan pengadaan 69 ekor sapi betina pada tahun anggaran 2017. Kegiatan ini dimenangkan CV. Amal Perkasa dengan nilai kontrak Rp 585.465.000. []

Reporter: Diky Zulkarnen, Wahyu Puasana, Firdaus.

Komentar

Loading...