Menang Tender RKB SMAN 1 Bandar Dua 2 tahun Berturut, CV. Mont Ara Raya tinggalkan Permasalahan Hukum Akut

Menang Tender RKB SMAN 1 Bandar Dua 2 tahun Berturut, CV. Mont Ara Raya tinggalkan Permasalahan Hukum Akut
RKB yang dibangun CV. Mont Ara Raya. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

CV. Mont Ara Raya memenangkan pembangunan dan lanjutan pembangunan ruang kelas SMA Negeri 1 Bandar Dua, dua tahun anggaran berturut-turut. Pada 2016, BPK menemukan kecurangan dan adanya kerugian Negara atas proyek tersebut. Kini, ruang tersebut malfungsi dan tak difungsikan. Juga terdapat kerusakan sana-sini.

sinarpidie.co—CV. Mont Ara Raya memenangkan secara berturut-turut pembangunan dan lanjutan pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) struktur 2 lantai SMA Negeri 1 Bandar Dua, Pidie Jaya, dalam dua tahun anggaran sekaligus: 2015 dan 2016. Empat ruang kelas struktur dua lantai itu memakan anggaran yang bersumber dari dana otonomi khusus 2015 dan 2016 sebesar Rp 2, 5 miliar, sebuah angka yang fantastis hanya untuk membangun empat ruang kelas struktur dua lantai.

Pada 2015 perusahaan yang dipimpin Rufial Idrus. SR ini memenang proyek pembangunan RKB sekolah tersebut dengan nilai kontrak Rp 1. 309.357.000. Tahun selanjutnya, perusahaan yang beralamat di Jln Tgk Makam Nomor 39 Gampong Doy, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, ini,  memenangkan proyek lanjutan RKB tersebut dengan nilai kontrak Rp 1.256.710.000.

Pada tahun anggaran 2016, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan adanya ketidakpatuhan, kecurangan, dan ketidakpatutan pada pelaksanaan Pembangunan Lanjutan Empat Ruang Kelas Baru SMAN 1 Bandar Dua.

Kerugian Negara yang ditimbul, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, mencapai Rp 199.290.832, yang terdiri dari kelebihan pembayaran sebesar Rp141.631.217 dan sanksi denda keterlambatan sebesar Rp 57.659.615. BPK juga memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya Saiful Rasyid MPd untuk melaporkan CV. Mont Ara Raya kepada instansi terkait sesuai ketentuan untuk dimasukkan ke daftar hitam.

“Pelaksanaan pekerjaan tersebut mengalami perubahan kontrak yang tertuang dalam addendum I Nomor 011/SP/PA-Disdik/ADD-I/IX/2016 tanggal 15 September 2016 yang merubah jangka waktu pelaksanaan menjadi 195 hari kalender atau berakhir tanggal 6 Nopember 2016. Pemberian perpanjangan jangka waktu pelaksanaan tersebut tidak diikuti dengan perpanjangan jaminan pelaksanaan,” demikian dikutip dari  Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya tahun Anggaran 2016.

Capture LHP LKPD Pemkab Pidie Jaya 2016 (BPK).

Kepala sekolah SMAN 1 Bandar Dua, Nurjannah membenarkan, pembangunan empat unit ruang kelas struktur lantai baru tersebut dibangun pada tahun 2015 satu tahap. Kemudian dilanjutkan tahap kedua pada 2016.

"Namun, saya tidak banyak tahu soal pembangunan ruang kelas baru tersebut, karena saya baru pindah ke sekolah ini dan baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala sekolah di sini,” ujar Nurjannah, Jumat, 5 Oktober 2018.

Malfungsi ruangan

Amatan sinarpidie.co, ruangan lantai bawah difungsikan sebagai ruang perkantoran guru, sedangkan di lantai dua, ruang kelas tampak kosong dan tak difungsikan.

Tidak ada kursi dan meja belajar siswa di dalamnya. Di ruang lantai dua terlihat beberapa petakan keramik sudah pecah-pecah.

Lantai keramik yang telah rusak. (sinarpidie.co/Diky Zulkarnen).

Nasrol, salah seorang guru bantu di sekolah ini mengatakan, penyebab keramik pecah akibat tidak padatnya material di bawah keramik sehingga cepat pecah.

"Ruangan lantai atas ini memang kosong tidak dipakai untuk ruang kelas siswa. Beberapa bulan yang lalu memang ada dipakai untuk ruang kelas, tetapi karena tahun ini tidak banyak murid, maka ruangan kelas di lantai dua ini sementara kosong, dan direncanakan ruang ini akan dipakai untuk laboratorium belajar komputer siswa," kata Nasrol.

Belum dilaporkan ke instansi terkait dan belum ada tindakan hukum

Ditelusuri melalui laman http://inaproc.id/daftar-hitam, CV. Mont Ara Raya sama sekali tidak tertera di dalamnya. Bahkan, hingga penghujung 2018, perusahaan tersebut masih mengikuti tender di pelbagai kabupaten/kota di Aceh[]

Komentar

Loading...